Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kasus Pengoplosan Bikin Antrean Pengisian Pertamax Turun, YLKI Tegaskan Masyarakat Bisa Ajukan Class Action

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 27 Februari 2025 | 06:51 WIB
Ilustrasi: Penyaluran Pertamax dari Pertamina ke SPBU
Ilustrasi: Penyaluran Pertamax dari Pertamina ke SPBU

RADAR BOGOR - TERUNGKAPNYA kasus pengoplosan pertalite menjadi pertamax berdampak pada sejumlah SPBU.

Di Surabaya, misalnya, antrean pengisian pertamax di beberapa SPBU langsung menurun tajam.

Misalnya di salah satu SPBU di kawasan Raya Menganti–Wiyung.

”Sejak kemarin memang sedikit sepi untuk pertamax,” kata Joko, petugas SPBU.

Meski demikian, dia tidak menyebutkan secara detail penurunan konsumsi pertamax.

Pantauan Jawa Pos, kondisi serupa tampak di SPBU Jalan Raya Lontar.

Di sana, yang tampak hanya antrean pengisian pertalite. Jalur untuk pengisian pertamax tampak sepi.

Adrian, warga setempat, mengatakan bahwa dirinya beralih dari pertamax ke pertalite.

”Saya kok merasa ngisi pertamax jadi lebih boros, biasanya kan irit BBM,” ucapnya.

Dia juga berencana menjajal BBM di luar produk Pertamina.

Pada bagian lain, pengoplosan pertalite menjadi pertamax sangat merugikan masyarakat.

Karena itu, masyarakat bisa mengajukan class action.

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Sujatno menuturkan, class action bisa diajukan jika terbukti ada penurunan kualitas BBM yang merugikan konsumen.

Bahkan, konsumen juga bisa menuntut ganti rugi.

Meski demikian, perlu dilakukan uji laboratorium lebih dulu untuk memastikan penurunan kualitas pertamax.

”Uji laboratorium ini sayangnya berbiaya mahal dan butuh waktu,” paparnya.

Kendati belum ada publikasi resmi tentang hasil uji laboratorium, kejadian itu sangat berpotensi mendegradasi kepercayaan publik pada kualitas bahan bakar yang diproduksi Pertamina.

”Menyikapi dugaan pengoplosan produk pertalite dengan pertamax, YLKI memberikan catatan untuk Kementerian ESDM,” paparnya.

Catatan pertama, mendesak Dirjen Migas ESDM mengumumkan hasil inspeksi atau pemeriksaan reguler terkait kualitas BBM produk Pertamina.

”Ini penting agar konsumen mendapatkan informasi yang menyeluruh, akurat, dan konkret,” tegasnya.

YLKI juga mendesak Dirjen Migas melakukan pemeriksaan ulang kualitas BBM Pertamina yang beredar di pasaran.

Hal itu diperlukan untuk memastikan ada tidaknya penyimpangan dari standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.

”Apakah masih sesuai spek atau ada masalah dengan produknya,” terangnya.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulandari mengatakan, menanggapi isu yang saat ini berkembang di masyarakat di warganet dan di media, pihaknya menegaskan bahwa tidak ada pertamax oplosan.

"Jadi pertamax yang kami salurkan di SPBU ini sudah kami pastikan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh Dirjen Miigas," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, di terminal BBM semua produk yang masuk adalah produk jadi, sesuai dengan roun masing-masing.

Jadi, kata dia, kalau Pertalite ron 90, Pertamax ron 92 dan pertamax Turbo ron 98.

Lebih lanjut ia mengatakan, kalaupun ada treatment yang dilakukan di terminal BBM, bukan pengoplosan tapi ada beberapa BBM yang mungkin datang tidak dengan warna karena basic sebetulnya BBM tidak berwarna sehingga diperlukan pewarnaan sehingga masyarakat mudah mengenali.

Seperti Pertamax, sambung dia, diberi warna biru kemudian Pertamax Turbo diberi warna merah.

Selain itu juga diberikan zat aditif untuk meningkatkan performance dari BBM.

"Sekali lagi kami tegaskan, ini bukanlah pengoplosan tapi untuk meningkatkan performance dan kami imbau ke masyarakat untuk tidak perlu khawatir menggunakan produk Pertamax kami yang ada di SPBU karena sudah melalui serangkaian uji kualitas yang cukup ketat," paparnya.

Selain itu, sudah memenuhi spesifikasi dari Dirjen Migas dan dalam distribusinya terus diawasi oleh regulator dalam hal ini adalah BPH Migas.

"Jadi perlu kami tegaskan, treatment ini bukanlah pengoplosan dan treatment ini tidak mengubah nilai oktan yang ada di Pertamax, jadi Pertamax tetap merupakan produk dengan ron 92 dan masyarakat tidak perlu khawatir tetap gunakan pertamax seperti biasa," pungkasnya.(idr/omy/c19/oni)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#spbu #bogor #pertalite #pertamina #pertamax