Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menteri Agama Nasaruddin Umar Doakan Kesembuhan Paus Fransiskus yang Dikabarkan sedang Kritis karena Pneumonia Ganda

Rynaldi Fajar Septrianto • Kamis, 27 Februari 2025 | 10:48 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan nilai-nilai toleransi di acara Peace Forum di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan nilai-nilai toleransi di acara Peace Forum di Masjid Istiqlal, Jakarta.

RADAR BOGOR - Saat ini, Imam tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus dikabarkan tengah mengalami masa kritis dengan mengidap Pneumonia Ganda.

Pemimpin kepala negara Vatikan ini sedang berjuang melawan Pneumonia Ganda yang merupakan infeksi saluran pernafasan serius di kedua paru-parunya.

Paus Fransiskus kini dalam keadaan keadaan sadar dan masih diberikan oksigen.

Kondisi terbaru mendapat perawatan intensif.

Sejak Sabtu, (22/2/2025) kondisinya memburuk usai dibawa ke Rumah Sakit Gemelli, Roma pada !4 Februari 2025.

Dalam kegiatan Peace Forum di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Senin (24/2/2025) Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan, turut mendoakan kesembuhan Paus Fransiskus.

“Pada pertemuan ini, mari sama-sama kita mendoakan Paus Fransiskus yang sedang dirawat di RS Gemelli di Roma, Italia,” kata Nasaruddin Umar.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut, Paus Fransiskus merupakan sahabat kemanusiaan yang telah mengabdikan hidupnya untuk umat.

Kurikulum Cinta

Acara Peace Forum yang dihadiri para tokoh lintas iman di Masjid Istiqlal yang merupakan rumah besar umat Indonesia.

Menteri Agama Nasaruddin mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta.

“Ini sepertinya Masjidnya Nabi, yang mana Masjid saat itu digunakan untuk rumah besar kemanusiaan. Jika masjid digunakan untuk meeting kemanusiaan seperti ini, itu sangat bagus,” kata Menteri Agama Nasaruddin.

Menteri Agama Nasaruddin mengatakan bahwa Kementerian Agama sedang mengembangkan kurikulum cinta.

Kurikulum cinta merupakan ajaran yang disampaikan tanpa ada kebencian terhadap orang lain.

Menurutnya, setiap orang berhak berbeda agama, akan tetapi harus saling mencintai.

Dengan adanya kurikulum cinta, harapannya generasi penerus bangsa yang damai dan rukun.

Masyarakat hidup saling berdampingan mengedepankan toleransi yang terdapat rasa cinta.

“Mari kita hidupkan saling cinta satu sama lain, agar tidak ada jarak di antara kita. Semua agama tidak boleh mengajarkan kebencian dan menekankan perbedaan, akan tetapi lebih menekankan perjumpaan antar agama itu,” ajaknya. ***

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Pneumonia ganda #nasaruddin umar #paus fransiskus