Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ketua MUI Beberkan Soal Awal Ramadhan yang Berbeda Tahun Ini, Cholil: Tapi Lebaran Bareng

Rani Puspitasari Sinaga • Jumat, 28 Februari 2025 | 14:38 WIB
Ilustrasi bulan suci Ramadhan.
Ilustrasi bulan suci Ramadhan.

RADAR BOGOR - Melalui akun X pribadinya, Ketua MUI bidang dakwah Cholil Nafis membeberkan bahwa awal Ramadhan tahun ini, akan berbeda antara Muhammadiyah dengan pemerintah. Namun lebaran yang sama.

Ketua MUI bidang dakwah itu juga menjelaskan secara rinci, alasan mengapa Ramadhan berbeda di tahun ini. Penjelasan itu pun dilengkapi dengan penegasan soal kesepakatan lebaran bersama.

Sehingga maksudnya, meski Ramadhan awal beda, namun dia sudah bersepakat dengan Muhammadiyah, bahwa lebaran diputuskan berlangsung di hari yang sama.

Sebab menurut kriteria MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), pada tanggal 28 Februari 2025 untuk imkanurru'yah (imkanur rukyat-red) di Indonesia hanya bisa terpenuhi di Aceh," cuitannya pada Jumat (28/2/2025).

"Sedangkan di Jawa Timur, apalagi di daerah timurnya lagi, lebih sulit untuk imkan melihat bulan," sambung dia.

"Pada Akhir Syakban, 28 Februari tinggi hilal di Jakarta sudah 4 derajat, elongasi (sudut antara titik pusat bulan dan matahari saat terbenam) 6,02 derajat. Kriteria MABIMS tinggi 3, dan elongasi 6,4. Sedangkan di Jawa Timur tinggi hilal 3, elongasi 5,9 (elongasinya belum masuk kriteria MABIMS)," penjelasan lanjutan Cholil.

"Nanti akhir Ramadhan saat Ijtimak tanggal 27 Mei pukul 10.02 WIB. Tinggi hilal saat Maghrib di Jakarta 1° 28' dan elongasi 6,5. Tinggi < kriteria elo > kriteria. Tapi sementara ini kesepakatan MABIMS tinggi dan elo terpenuhi. Awal Syawal insyaAllah tidak ada perbedaan antarormas," bebernya.

Terakhir kata dia, kalender NU dan MU 2025 M, menyebutkan 1 Ramadhan 1446 jatuh pada Sabtu (1/3/2025).

Namun, NU selalu disertai keterangan bahwa putusan awal bulan hijriyah menunggu hasil rukyat. Jika hilal gagal terlihat, maka bulan Sya'ban digenapkan 30 hari, maka 1 mulai puasa pada Minggu (2/3/2025).

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#mui #lebaran #ramadhan