Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Emak-Emak yang Sudah Belanja Sayur hingga Daging Buat Sahur Besok Simpan Dulu Aja, Kemungkinan Awal Puasa Beda

Eka Rahmawati • Jumat, 28 Februari 2025 | 14:55 WIB
Suasana Pasar Anyar Kota Bogor menjelang bulan Ramadhan 1446 Hijriah.
Suasana Pasar Anyar Kota Bogor menjelang bulan Ramadhan 1446 Hijriah.

RADAR BOGOR - Bagi emak-emak alias ibu-ibu yang sudah berbelanja sayuran hingga daging untuk persiapan sahur dan buka puasa nanti sebaiknya disimpan dulu, sebab ada kemungkinan awal puasa tahun ini berbeda.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, KH Cholil Nafis memprediksi awal Ramadhan atau puasa 2025 berpotensi berbeda antara pemerintah dengan Muhammadiyah.

Cholil menyampaikan mulai puasa tahun 1446 Hijriah atau 2025 berpotensi berbeda tetapi lebaran sepakat bersama.

"Mulai puasa tahun 1446 H/2025 potensi berbeda tapi lebaran sepakat bersama sebab menurut kriteria MABIM pada tanggal 28/2/2025 untuk imkanurru’yah di Indonesia hanya bisa terpenuhi di Aceh, sedangkan di Jawa Timur apalagi di daerah timurnya lagi lebih sulit untuk melihat bulan," ungkap Cholil Nafis dilansir dari akun X @cholilnafis, Jumat (28/2/2025).

Pada MABIMS atau kriteria untuk menentukan awal tahun Hijriah yang didasarkan pada pengamatan global jangka panjang, imkanur rukyat dianggap sah kalau posisi hilal mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Jika hilal tidak berhasil terlihat, maka bulan dalam kalender Hijriah akan digenapkan menjadi 30 hari.

Ia menjelaskan pada akhir Sya' ban atau 28 Februari 2025 tinggi hilal di Jakarta sudah 4 derajat dan elongasi atau sudut antara titik pusat bulan dan matahari saat terbenam 6,02 derajat.

"Kriteria MABIMS tinggi 3, dan elo 6,4 (derajat) sedangkan di Jawa Timur tinggi hilal 3, elo 5,9 (derajat) elongasinya belum masuk kriteria MABIM," sambung Cholil.

Pada akhir Ramadhan saat ijtimak tanggal 29 Maret 2025 pukul 10.02 WIB Cholil menyebut tinggi hilal saat maghrib di Jakarta yakni 1° 28’ dan elongasi 6,5. 

"Tapi sementara ini kesepakatan MABIMS tinggi dan elo terpenuhi. Awal Syawal in syaa’ Allah tidak ada perbedaan antar ormas," jelasnya.

Jika terpaku pada kriteria MABIM menurut Cholil Nafis potensi berbeda sangat mungkin. Kalau ada hasil rukyah yang mu'tabar di zona Aceh, maka awal puasa Sabtu (1/3/2025).

Namun kalau tidak ada hasil rukyah, maka istikmal Sya'ban. Pemerintah bisa memiliki skenario, tetap diisbatkan Sabtu (1/3/2025) baik rukyah berhasil atau tidak.

"Kalender NU dan MU 2025 M, menyebutkan 1 Ramadhan 1446 jatuh pada Sabtu (1/3/2025). Namun, NU selalu disertai keterangan bahwa putusan awal bulan hijriyah menunggu hasil ru’yat jika Jk hilal gagal terlihat, maka bulan Sya’ban digenapkan 30 hari maka mulai puasa Minggu (2/3/2025)," paparnya.

Editor : Eka Rahmawati
#awal puasa