RADAR BOGOR - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bakal mengambil langkah untuk membantu siswa yang gagal SNBP karena kelalaian sekolah.
Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau lebih dikenal dengan istilah SNBP adalah istilah baru untuk seleksi masuk PTN tanpa tes yang sebelumnya bernama SNMPTN.
SNBP merupakan proses seleksi masuk PTN berdasarkan nilai rapor, portofolio dan prestasi lainnya.
Oleh sebab itu, SNBP menjadi jalur masuk PTN yang diharapkan bisa diikuti oleh seluruh siswa kelas 12 yang ada di Indonesia, tak terkecuali siswa di Jawa Barat.
Namun, sejumlah di siswa di Jawa Barat harus merasakan kekecewaan karena tidak bisa mengikuti jalur SNBP.
Siswa-siswa tersebut tidak mengikuti SNBP bukan karena nilai akademik yang kurang atau tidak mempunyai prestasi, tetapi karena kelalaian dari pihak sekolah.
Pihak sekolah tersebut lalai dalam mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). PDSS adalah sistem data yang berisikan rekam jejak akademik siswa dan menjadi dasar penilaian dalam SNBP.
Diketahui bahwa setiap sekolah di Indonesia harus mengisi dan mengunggah data PDSS pada 6 hingga 31 Januari 2025.
Namun, ada beberapa sekolah yang tidak menyelesaikan pengisian tepat waktu, sehingga membuat para siswa didikannya secara otomatis tidak bisa mendaftar SNBP.
Hal ini tentu saja menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi para siswa dan orang tua.
Setelah mendengar permasalahan ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung turun tangan untuk membela hak para siswa yang tidak bisa mengikuti SNBP.
Dedi Mulyadi mengatakan bahwa kesalahan dari sekolah tidak boleh menjadi penghalang bagi masa depan para siswa.
Melalui YouTube KDM Channel pada Rabu, 25 Februari 2025, Gubernur Jawa Barat tersebut mengatakan bahwa ia telah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek).
Surat tersebut berisikan permohonan agar siswa tersebut tetap diberikan kesempatan untuk mengikuti SNBO.
“Saya telah berkomunikasi dengan Menteri Dikti dan berkirim surat terkait sekolah yang siswanya tidak masuk pendaftaran SNBP karena sekolah terlambat mengirimkan data. Ini bukan kelalaian siswa, tetapi pihak sekolah,” ujar Dedi Mulyadi.
Diketahui sejumlah sekolah yang mengalami keterlambatan pengisian PDSS di antaranya adalah SMAN 4 Karawang, SMKN 1 Depok, dan SMAN 1 Cileunyi.
Di dalam surat permohonan yang dikirim, Dedi Mulyadi juga menyertakan nama-nama siswa yang berdampak dan berharap ada pertimbangan khusus yang diberikan kepada mereka.
“Saya kirim surat langsung beserta nama-nama siswanya, semoga ada pertimbangannya krena ini bukan kelalaian siswa, tetapi pihak sekolah,” tambah Dedi.
Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa kelalaian ini harus menjadi pelajaran baru bagi semua pihak, terutama pihak sekolah.***
Editor : Eka Rahmawati