Cek Kabar Terbaru Bansos, 4 Jenis Bantuan Ramadhan 2025 Mulai Disalurkan ke KPM, Ada Paket Bansos dari Kapolri
Mutia Tresna Syabania• Sabtu, 1 Maret 2025 | 12:40 WIB
Ilustrasi uang pencairan bansos.
RADAR BOGOR - Bulan suci Ramadhan 2025 pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga kembali menggulirkan program bantuan sosial (bansos) untuk membantu masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah, dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Program-program ini diharapkan dapat mengungkit daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Berbagai Program Bansos Ramadhan 2025, di antaranya:
Bantuan langsung tunai yang bersumber dari dana desa, diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dengan kondisi ekonomi paling rentan. Besaran bantuan Rp300.000 per bulan, disalurkan selama 12 bulan (Januari-Desember 2025). Penyaluran dilakukan oleh pemerintah desa.
2. Bansos KLJ, KA, dan KPDJ Tahap 1 (DKI Jakarta)
Bantuan Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ). Sasaran untuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak usia dini Besaran bantuan Rp300.000 per bulan, disalurkan per tiga bulan (Tahap 1: Januari-Maret 2025). Penyaluran melalui rekening Bank DKI.
Pencairan melalui kartu KKS (BRI, Mandiri, BNI, BSI) bagi KPM yang belum menerima di gelombang pertama. Pencairan melalui kantor pos, terus dilakukan selama bulan Ramadhan.
Status KPM pada aplikasi SIKS-NG menunjukkan status standing instruction (SI), menandakan instruksi transfer dari Kemensos ke bank.
Penyaluran 161.411 paket bansos oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bekerja sama dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Isi paket berupa mi instan, beras, tepung terigu, gula pasir, dan minyak goreng. Sebagian paket ditujukan untuk elemen mahasiswa.
Tujuan program bansos Ramadhan 2025 untuk membantu masyarakat miskin dan rentan memenuhi kebutuhan pokok, meringankan beban ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan sosial, memperkuat perekonomian nasional dan menjaga stabilitas harga pangan.
Masyarakat diharapkan memanfaatkan bantuan sosial dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan pokok. Masyarakat diharapkan untuk bersabar dalam antrian pengambilan bantuan sosial di kantor pos.***