Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waduh, Pakar IPB University Bogor Beberkan Fakta: Seluruh Perairan Indonesia Terkontaminasi Mikroplastik, Ini Bahayanya Bagi Kita

Rani Puspitasari Sinaga • Sabtu, 1 Maret 2025 | 15:04 WIB
Pakar IPB University Bogor Beberkan Fakta: Seluruh Perairan Indonesia Terkontaminasi Mikroplastik
Pakar IPB University Bogor Beberkan Fakta: Seluruh Perairan Indonesia Terkontaminasi Mikroplastik

RADAR BOGOR - Pakar IPB University Bogor dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Prof Etty Riani mengungkap, bahwa Indonesia menduduki posisi kedua sebagai negara dengan kontaminasi mikroplastik tertinggi di dunia.

Sebab saat ini, Prof Etty Riani, Guru Besar IPB University Bogor mengatakan, hampir seluruh perairan di Indonesia sudah terkontaminasu mikroplastik.

Kata Pakar IPB University Bogor itu, Teluk Jakarta menjadi perairan di Indonesia yang memiliki tingkat kontaminasi yang lebih tinggi.

 

Dia menjelaskan, bahwa mikroplastik, terbentuk melalui proses degradasi produk seperti pakaian perabotan rumah, kantong plastik, produk kecantikan, kemasan makanan, minuman dan lainnya. 

Semua produk tersebut terurai yang akhirnya menjadi partikel kecil bernama mikroplatik, dan terurai lagi menjadi nanoplastik.

Keduanya merupakan bahan berbahaya, bahkan beracun untuk lingkungan dan biota yang habitatnya di sana. Dan bisa sampai ke manusia, jika hewan yang memakannya sampai di makan oleh manusia.

Perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan turut memperparah kontaminasi ini. Sungai yang bermuara ke laut menjadi sarana pembuangan sampah plastik. Karena bobotnya yang ringan, sampah plastik mudah terbawa angin dan arus laut, mempercepat penyebaran kontaminasi di perairan dan di udara (atmosfer).

Prof Etty menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut tentang mikroplastik dengan dukungan laboratorium dan peralatan berstandar tinggi, karena peralatan yang alakadarnya akan mengakibatkan kesalahan fatal. “Data yang akurat diperlukan untuk memahami tingkat kontaminasi ini,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kontaminasi mikroplastik belum bisa disebut sebagai pencemaran. “Pencemaran harus keluar atau tidak memenuhi standar baku mutu, sedangkan Indonesia, bahkan semua negara maju yang ada di dunia, belum memiliki baku mutu untuk pencemaran mikroplastik di perairan ataupun di media lainnya,” jelasnya.

Ia mengungkap, baku mutu yang ada saat ini (di luar mikroplastik) di Indonesia juga diadopsi dari negara lain. Untuk menetapkan baku mutu sendiri, diperlukan pengujian toksikologi yang panjang, termasuk uji pada biota (sesuai baku mutu tempat hidupnya, misalnya baku mutu perairan laut, baku mutu perairan darat, dsb) yang sensitif terhadap bahan pencemar yang akan diuji, dan diujikan pada beberapa fase hidupnya.

“Mengingat sampai saat ini belum ada satu negarapun yang memiliki baku mutu untuk mikro dan atau nano plastik, maka kita bisa menyebutnya sebagai kontaminasi saja, bukan pencemaran,” tegasnya. (AS)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #indonesia #mikroplastik #ipb university