RADAR BOGOR – Mengenal ilmu falak metode untuk melihat hilal dalam sidang isbat jelang Ramadhan 1446 Hijriah.
Ilmu falak merupakan ilmu yang mempelajari lintasan benda langit seperti matahari, bulan dan bumi untuk mengetahui kedudukan satu benda langit dengan benda langit lainnya. Ilmu falak dikenal juga dengan Ilmu hisab.
Ilmu falak atau ilmu hisab merupakan metode melakukan hisab awal untuk waktu sholat, mengukur atau menghitung arah kiblat di suatu tempat atau menentukan hisab awal bulan Ramadan, Syawal dan Zulhijjah.
Falak dalam Al-Qur’an berarti garis/bidang edar (lingkaran) benda langit. Secara etimologi dalam bahasa arab identik dengan kata “madar” yang artinya poros, orbit, tempat berkisar atau tempat beredar benda-benda langit.
Sedangkan menurut Ibn Khaldun dalam buku “Muqaddimah” mendefiniskan ilmu falak sebagai ilmu yang membahas tentang bintang-bintang yang tetap, bergerak dan gumpalan-gumpalan yan berhamburan.
Dalam bahasa Yunani, ilmu falak disebut astronomi (astro bermakna bintang dan nomos bermakna ilmu).
Salah satu ulama ilmu falak yang terkemuka adalah Muhammad bin Musa al-Khawarizmi (780-850) dengan bukunya yang berjudul Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah sekitar tahun 825 di Bahdad.
Buku ini sempat diterjemahkan sebagian ke dalam bahasa Latin oleh Robert Chester pada 1140 dengan judul Algebras et Almucabola.
Buku ciptaan Al-Khawarizmi masih digunakan hingga saat ini, menjadi salah satu panduan algorism atau algoritme yang berarti urutan logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah.
Di Indonesia, ilmu falak dibawa oleh Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Misri pada tahun 1314 H/1896 M. Beliau mengajarkan ilmu Zaj (tabel astronomis) Ulugh Bek pada para ulama muda di masa itu.
Beberapa tokoh lain yang dikenal dalam ilmu falak adalah Ahmad Khatib Minangkabau, Thahir Jalaludin, Saadoe’ddin Djambek, Wardan Diponongrat dan Zubair Umar al-jailani.
Dalam melakukan metode Falak atau Hisab, dibutuhkan beberapa jenis alat yang memadai untuk mendapatkan hilal yang akurat. Jenis alat tersebut adalah:
Teleskop Rukyat
Alat bantu optik yang digunakan untuk mengamati hilal atau bulan sabit dan benda langit lainnya.
Theodolit: Alat yang digunakan untuk mengukur sudut horizontal dan vertikal untuk menentukan arah kiblat dan kegiatan rukyat hilal
Water Pass: Alat untuk menstabilkan peralatan agar betul-betul datar posisinya
Tongkat Istiwa: Alat untuk menentukan waktu matahari hakiki, menentukan titik arah mata angin, dan menentukan tinggi arah matahari
Rubu’ Mujayyab: Alat klasik seperempat lingkaran berbasis prinsip trigonometri, mengukur ketinggian benda langit, navigasi, menentukan waktu shalat, arah kiblat dan bulan hijriah
Kalkulator Saintifik: Alat bantu hitung yang dilengkap tombol sin, cos, dan tan untuk menyelesaikan rumus hisab
Global Positioning System (GPS): Alat untuk mengetahui kordinat lintang dan bujur tempat suatu lokasi via satelit secara akurat
Altimeter: Alat pengukur ketinggian tempat dan permukaan laut
Binokuler (KEKER): Alat bantu untuk melihat benda-benda yang jauh saat pelaksanaan rukyatul hilal
Busur Derajat: Alat bantu berukuran 1 meter untuk membuat garis orientasi arah hilal
Ilmu falak memiliki peranan penting bagi manusia. Kita bisa mengetahui kapan waktu Salat, mengetahui arah kiblat, juga mengetahui bulan hijriah. Bahkan dengan ilmu falak, kita bisa mengetahui akan terjadinya peristiwa gerhana matahari atau gerhana bulan dimasa yang akan datang.
Editor : Eka Rahmawati