RADAR BOGOR - TBC atau disebut juga tuberkulosis merupakan penyakit paru-paru yang menular dan disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
TBC dapat menyebar melalui udara ketika penderita batuk atau bersin, sehingga orang lain dapat terinfeksi jika menghirup percikan dahak yang mengandung bakteri tersebut.
Namun, banyak orang awam belum tahu bagaimana caranya mencegah penyakit TBC ini, yang dapat menyerang sampai ke generasi muda.
Berikut 5 cara yang perlu Anda ketahui:
1. Deteksi dini TB dan penanganan kasus aktif dengan Terapi Pencegahan TB (TPT)
Pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah penyebaran TBC.
Dengan mendeteksi gejala lebih awal dan melakukan skrining rutin bagi kelompok berisiko, penyebaran penyakit ini bisa ditekan.
Terapi Pencegahan TB (TPT) juga dianjurkan bagi mereka yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC.
2. Pendampingan pengobatan pasien dan edukasi pencegahan penularan di keluarga serta masyarakat
Pengobatan TBC memerlukan waktu yang cukup lama, biasanya 6 hingga 9 bulan.
Oleh karena itu, pasien perlu didampingi agar tidak menghentikan pengobatan di tengah jalan.
Selain itu, edukasi kepada keluarga dan masyarakat mengenai pencegahan, seperti etika batuk dan ventilasi rumah yang baik, juga sangat penting.
3. Kolaborasi antara pemerintah, profesi, komunitas, dan media untuk meningkatkan kesadaran bahaya TB
Baca Juga: Mendengarkan Lagu Galau Ternyata Berdampak Baik untuk Kesehatan Mental, Begini Kata Psikolog
Pencegahan dan penanggulangan TBC tidak bisa dilakukan sendiri.
Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, dan media dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya TBC serta pentingnya pengobatan yang tuntas.
4. Melaksanakan kampanye edukasi TOSS TB (Temukan TB, Obati Sampai Sembuh)
Program TOSS TB bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mendeteksi dan mengobati TBC sampai tuntas.
Melalui berbagai platform, kampanye ini bisa menjangkau lebih banyak orang dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan TBC.
5. Peningkatan peran masyarakat dalam menghilangkan stigma terhadap penderita TB
Banyak penderita TBC merasa dikucilkan oleh masyarakat karena stigma negatif terhadap penyakit ini.
Padahal, dukungan sosial sangat penting untuk memastikan mereka menyelesaikan pengobatan.
Dengan meningkatkan kesadaran bahwa TBC bisa disembuhkan dan tidak boleh menjadi stigma, penderita akan lebih termotivasi untuk menjalani perawatan.
Penyakit TBC masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
Namun, dengan langkah-langkah seperti deteksi dini, pendampingan pengobatan, kolaborasi lintas sektor, kampanye edukasi, dan penghapusan stigma, penyebaran TBC bisa ditekan.
Mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar, mari bersama-sama memerangi TBC demi masa depan yang lebih sehat bagi anak dan cucu kita.***
Editor : Halimatu Sadiah