Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bos Pertamina Minta Maaf, Ngaku Terpukul hingga Anggap Ini Ujian Besar Pasca Heboh Kasus Korupsi Pertamax Oplosan

Eka Rahmawati • Senin, 3 Maret 2025 | 14:20 WIB
Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri (tengah) dalam konferensi pers, Senin (3/3/2025).
Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri (tengah) dalam konferensi pers, Senin (3/3/2025).

RADAR BOGOR - Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf terkait kasus yang belakangan ramai menjadi sorotan.

Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan sebelumnya ditetapkan oleh Kejasaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023.

Tak hanya Riva, Kejagung juga menetapkan tersangka lainnya dalam kasus dugaan megakorupsi tersebut.

Dalam kasus tersebut juga terungkap adanya dugaan manipulasi pada produk kilang minyak anak usaha PT Pertamina RON 90 menjadi RON 92 yang ditaksir menelan kerugian negara hingga dari Rp193,7 triliun dalam jangka waktu satu tahun.

Kasus dugaan korupsi ini pun menimbulkan reaksi publik dan menyedot perhatian masyarakat luas. 

Pasca kejadian itu, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri melakukan konferensi pers dan menyatakan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir," kata Simon dalam konferensi pers yang dilansir dari YouTube Pertamina, Senin (3/3/2025).

"Ini adalah peristiwa yang memukul kita semua, menyedihkan juga bagi kami dan tentunya kami ini adalah salah satu ujian besar yang dihadapi oleh Pertamina," sambung Simon pada keterangannya.

Simon juga mengapresiasi penindakan hukum yang dilakukan Kejaksaan Agung atas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan anak perusahaan PT Pertamina Persero yakni Pertamina Patra Niaga terkait tata kelola impor minyak mentah dan produk kilang pada 2018-2023.

"Kami sangat mendukung upaya dari Kejaksaan Agung dan tentunya akan terus membantu apabila dibutuhkan data-data ataupun dibutuhkan keterangan-keterangan tambahan agar proses ini supaya diproses dan berjalan sesuai ketentuan," jelas Simon. 

Ia juga menyebut peristiwa tersebut menjadi kesempatan bagi Pertamina untuk terus memperbaiki diri.

"Kami juga meyakini dan sangat menyadari bahwa kejadian yang kemarin sangat membuat resah di masyarakat. Namun komitmen kami di sini kami bekerja keras untuk terus menghadirkan produk dan kualitas dari BBM Pertamina yang tentunya sudah sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM," papar Simon didampingi Wakil Dirut Pertamina Wiko Migantoro dan Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra.

 

Editor : Eka Rahmawati
#korupsi #Riva Siahaan #minta maaf #pertamina #Patra Niaga