Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pasar Tumpah dan Perlintasan Rawan Jadi Biang Macet di Jawa Timur saat Mudik, Begini Solusi Menhub dan Gubernur Khofifah

Siti Dewi Yanti • Sabtu, 8 Maret 2025 | 06:59 WIB
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi ketika bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi ketika bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi.

RADAR BOGOR – Jawa Timur menjadi provinsi tujuan nomor dua terbanyak pada mudik Lebaran setelah Jawa Tengah.

Berdasar prediksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sebanyak 18,7 juta orang bakal melintas di provinsi paling timur Pulau Jawa ini.

Karena itu, Kemenhub menginstruksikan agar seluruh jalur lintasan mudik di Jawa Timur mendapat atensi, terutama pasar tumpah, perlintasan sebidang, hingga jalur wisata, untuk menghindari potensi kemacetan.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jumat (7/3).

Pertemuan itu membahas persiapan mudik di Jawa Timur.

Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa jalur-jalur rawan macet menjadi perhatian.

Terutama titik macet yang disebabkan pasar tumpah.

Dari survei, ada 15 titik yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur.

”Karena itu, pengawasannya harus diperketat agar tidak sampai mengganggu arus lalu lintas,” kata Dudy.

Kemenhub juga meminta pemerintah daerah mengawasi perlintasan sebidang yang jumlahnya mencapai 941 titik.

Selain memicu kemacetan, juga rawan menyebabkan kecelakaan.

”Dari evaluasi, kecelakaan di perlintasan melibatkan motor sebanyak 38 persen, mobil 37 persen, dan angkutan barang 25 persen,” jelas Dudy Purwagandhi. 

Selain pasar tumpah dan perlintasan sebidang, jalur wisata juga perlu jadi atensi pemerintah daerah.

Terutama di Jawa Timur yang terdapat banyak destinasi unggulan.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pemprov dan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Jatim sudah bersiap menghadapi arus mudik-balik Lebaran 2025.

”Persiapan dan koordinasi meliputi banyak hal. Seperti pengaturan arus lalu lintas keluar masuk Jatim, penyediaan pos kesehatan, pemantauan stok BBM, dan lainnya,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Dia menyebut, dari hasil evaluasi, ada potensi puncak arus mudik bakal maju.

Salah satu faktornya karena masa liburan maju dari H-3 menjadi H-7 dampak kebijakan work from anywhere (WFA).

”Pada 28 Maret juga bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Kami antisipasi kepadatan di Pelabuhan Ketapang,” tambah tokoh yang juga ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU itu.

Untuk penyediaan angkutan umum Lebaran, Khofifah menjelaskan sejauh ini semuanya sudah siap.

Tercatat ada 6.637 armada bus yang beroperasi. Juga disediakan 90 trainset kereta api (KA), 182 armada pesawat, hingga 55 unit kapal untuk 296 trip penyeberangan.

Baca Juga: Satpol PP Jabar Sebut Aksi Warga Bogor Ganggu Proses Penertiban Hibisc Fantasy Puncak

”Kami juga mengadakan mudik gratis untuk membantu masyarakat,” ujar Khofifah Indar Parawansa. (hen/c19/ris)

Editor : Siti Dewi Yanti
#khofifah indar parawansa #bogor #macet #Dudy Purwagandhi #jawa timur #mudik