RADAR BOGOR - Di tengah proses verifikasi lapangan data Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang akan digunakan untuk penyaluran bansos tahap berikutnya, pemerintah kembali mengumumkan pencairan bantuan sosial tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) gelombang kedua.
Pencairan bansos ini dilakukan setelah keberhasilan penyaluran melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan PT Pos Indonesia.
Penyaluran bansos PKH dan BPNT triwulan pertama tahun 2025 telah mencapai tahap akhir, baik melalui KKS maupun PT Pos Indonesia.
Berdasarkan data, realisasi penyaluran PKH mencapai 90 persen, sementara BPNT mencapai 80,89 persen.
PT Pos Indonesia telah menyalurkan dana PKH sebesar Rp1.294.621.225.000 kepada 1.792.933 KPM, dan dana BPNT sebesar Rp1.802.400.000 kepada 3.39 KPM.
Kementerian Sosial akan kembali menyalurkan bansos PKH dan BPNT gelombang kedua, bersamaan dengan bantuan sosial lainnya di bulan Ramadan 1446 Hijriah.
Pencairan gelombang kedua ini dilakukan di tengah proses penyelesaian pengecekan lapangan data DTSEN.
Pencairan yang dijadwalkan sebelum Idul Fitri bukanlah tahap kedua, melainkan penyaluran dana bantuan PKH dan BPNT yang baru tervalidasi.
Gelombang kedua ditujukan bagi KPM yang belum menerima bantuan pada gelombang pertama, akibat proses verifikasi rekening atau validasi data baru.
Jadwal pencairan gelombang kedua diprediksi berlangsung pada pekan kedua Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
Pencairan BPNT gelombang kedua juga akan dilakukan hingga menjelang Idul Fitri.
KPM yang memenuhi syarat dan berstatus Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) namun belum cair pada gelombang pertama, dipastikan akan segera disalurkan.
Kriteria KPM yang Mungkin Tidak Lagi Cair:
- KPM yang pada validasi triwulan pertama terdata telah bekerja dan berpenghasilan di atas Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Provinsi (UMP).
- KPM yang menggunakan daya listrik di atas 2.200 volt ampere.
- KPM yang memiliki aset berlebih, seperti sawah, ternak, mobil, atau ruko.
Selain itu, Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) masih terus disalurkan bagi yang telah aktivasi rekening, sedangkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa juga masih disalurkan.
Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi khusus untuk Ramadan dan Idul Fitri 2025, yang bertujuan mendorong konsumsi masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi.
Stimulus tersebut meliputi diskon harga tiket pesawat, diskon tarif tol, program diskon belanja, program pariwisata mudik lebaran, dan stabilitas harga pangan.
Pemerintah berupaya mempercepat penyaluran bansos kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Proses verifikasi data KPM dilakukan secara ketat untuk memastikan bansos tepat sasaran.***
Editor : Halimatu Sadiah