RADAR BOGOR - Kabar gembira datang bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan sosial (bansos) pada Ramadhan 2025. Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp600 ribu mulai disalurkan secara langsung ke rumah-rumah KPM.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran untuk BLT Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan segera dicairkan.
Pada hari ini, 8 Maret 2025, penyaluran BLT tunai sebesar Rp600.000 dimulai. Bantuan ini diberikan kepada KPM yang memiliki komponen lansia atau disabilitas dalam keluarga penerima manfaat.
Penyaluran dilakukan oleh PT Pos Indonesia yang berkomitmen untuk mengantarkan bantuan langsung ke rumah KPM yang tidak dapat hadir di titik komunitas karena alasan kesehatan atau kondisi fisik.
Selain itu, BLT sembako dengan nilai yang sama juga disalurkan dengan mekanisme yang serupa. Bagi KPM yang terkendala untuk hadir di kantor pos atau titik komunitas, bantuan akan diantarkan langsung ke rumah penerima.
Penyaluran BLT PKH tahap pertama (Januari, Februari, Maret 2025) melalui kartu KKS Merah Putih juga terus berlangsung. Bagi KPM yang belum menerima bantuan, diharapkan untuk secara berkala memeriksa kartu KKS penerima.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk BLT BBM dan tinggal menunggu proses pendataan. Rencananya, BLT BBM akan disalurkan dalam bentuk barcode yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok di bulan Ramadhan.
Hal ini berbeda dengan penyaluran BLT sebelumnya yang seringkali dikeluhkan karena adanya praktik pemaketan barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan KPM.
Dalam penyaluran BLT BBM kali ini, KPM akan diberikan kebebasan untuk memilih barang yang mereka butuhkan, seperti beras, ayam, atau kebutuhan pokok lainnya.
Baca Juga: Update Pencairan Bansos PKH dan BPNT Gelombang Kedua, Kamu Sudah Terima Bantuan Periode Maret 2025?
Kualitas barang yang dibeli juga akan dipantau secara ketat untuk memastikan bahwa KPM menerima barang yang layak konsumsi.
Pencairan BLT BBM akan dilakukan melalui dua metode:
- Melalui kartu KKS Merah Putih bagi KPM yang memiliki kartu ATM.
- Melalui PT Pos Indonesia bagi KPM yang belum memiliki kartu ATM.
Perlu diketahui, sejak awal Maret 2025, pemerintah telah melakukan survei terhadap 12,2 juta KPM di seluruh Indonesia. Salah satu kriteria yang menjadi perhatian adalah daya listrik yang digunakan oleh KPM.
Survei ini bertujuan untuk memastikan bahwa bansos tepat sasaran dan diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan. Diharapkan KPM yang telah disurvei dapat lolos verifikasi dan terus menerima bantuan dari pemerintah.
Semoga bantuan sosial dari pemerintah dapat meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan.***
Editor : Eka Rahmawati