Generasi 2000-an Merapat, 7 Provider yang Sudah Punah Ini Bakal Bikin Kamu Nostalgia
Gabriel Anderson Nainggolan• Minggu, 9 Maret 2025 | 13:27 WIB
Kumpulan alat telepon zaman dulu.
RADAR BOGOR - Pada era tahun 2000-an sejumlah provider pernah meramaikan dunia komunikasi di Indonesia dan berikut daftarnya yang bisa bikin kamu nostalgia.
Masih ingat zaman ketika ponsel pencetan cuma bisa buat telepon dan SMS, warung telepon (wartel) masih jadi andalan, dan warung internet (warnet) penuh dengan suara login Yahoo Messenger? Saat itu, banyak provider telekomunikasi yang berlomba-lomba menawarkan tarif murah, paket SMS ribuan karakter, hingga nada sambung pribadi yang bikin gengsi naik.
Namun, seiring perkembangan zaman dan persaingan ketat, beberapa provider harus gulung tikar dan menghilang dari pasaran. Buat kamu yang dulu setia pakai kartu perdana murah meriah, ini dia 7 provider legendaris yang kini tinggal kenangan yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Ceria
Masih ingat Ceria? Provider CDMA ini pernah hadir di Indonesia di bawah PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI). Fokus utamanya adalah melayani pengguna di daerah pedesaan dan perkebunan, di mana sinyal provider lain sering lemah.
Sayangnya, Ceria harus menyerah pada kenyataan pahit: teknologi GSM berkembang pesat, sementara CDMA semakin tertinggal. Kurangnya inovasi dan minimnya investasi dalam ekspansi jaringan BTS membuat provider ini semakin sulit bertahan di tengah persaingan ketat.
Namun, Ceria sempat mencoba bangkit kembali! STI mengganti namanya menjadi Net1, dengan sistem internet berbasis 4G LTE. Sayangnya, comeback ini juga tidak bertahan lama, dan Net1 resmi tutup pada tahun 2021.
Buat yang dulu pernah pakai kartu Ceria, pasti masih ingat bagaimana rasanya menikmati layanan telekomunikasi di daerah pelosok dengan provider ini!
2. Smart (Lippo Telecom)
Sebelum Smartfren hadir seperti sekarang, ada provider Smart yang dikelola oleh Lippo Telecom. Di awal kemunculannya, Smart menawarkan layanan CDMA dengan tarif yang cukup bersaing, terutama untuk panggilan dan SMS murah.
Namun, seperti provider CDMA lainnya, Smart kesulitan bersaing dengan teknologi GSM yang lebih fleksibel dan memiliki jaringan lebih luas. Lippo Telecom akhirnya mengalami kesulitan finansial, dan Smart pun diakuisisi serta bergabung dengan Mobile-8, yang kemudian bertransformasi menjadi Smartfren seperti yang kita kenal saat ini.
Masih ingat nggak zaman dulu ketika Smart sering menawarkan promo tarif murah?
3. StarOne
Buat kamu yang dulu pengguna StarOne, pasti masih ingat masa kejayaannya! Provider berbasis CDMA milik Indosat ini sempat populer di era 2000-an, terutama dengan ikonnya yang tak lain adalah Giring "Nidji".
Saat itu, StarOne hadir untuk menyaingi provider CDMA lain dengan menawarkan tarif murah dan koneksi yang cukup stabil. Namun, sayangnya, Indosat lebih memilih untuk fokus ke jaringan GSM yang dianggap lebih menjanjikan.
Perlahan, StarOne mulai kehilangan daya saing. Hingga akhirnya, pada tahun 2015, provider ini resmi dihentikan karena dominasi GSM yang semakin kuat. StarOne pun menjadi bagian dari sejarah industri telekomunikasi Indonesia.
Buat yang dulu setia pakai StarOne, masih ingat nggak paket murahnya yang dulu sempat jadi favorit?
4. Telkom Flexi
Di era 2000-an, Telkom Flexi adalah pilihan utama buat mereka yang butuh komunikasi murah dan stabil, terutama di daerah-daerah yang belum banyak terjangkau GSM. Diluncurkan pada tahun 2002 oleh PT Telkom Indonesia, Flexi hadir sebagai salah satu provider CDMA terbesar di Indonesia.
Dulu, banyak orang mengandalkan Telkom Flexi karena tarifnya yang terjangkau, apalagi untuk panggilan sesama pengguna. Namun, seiring berjalannya waktu, teknologi GSM semakin mendominasi, membuat CDMA semakin ditinggalkan. Pelanggan mulai beralih ke provider berbasis GSM yang menawarkan lebih banyak fitur dan cakupan jaringan yang lebih luas.
Akhirnya, pada tahun 2014, Telkom Flexi resmi ditutup. Sebagai gantinya, pelanggan yang masih setia diberi opsi untuk bermigrasi ke Telkomsel, yang hingga kini menjadi provider unggulan Telkom Indonesia.
Masih ingat nggak masa-masa pakai Telkom Flexi untuk teleponan hemat?
5. Hepi
Buat yang suka paket murah di era 2000-an, pasti masih ingat Hepi! Provider berbasis CDMA ini merupakan layanan sekunder dari Bakrie Telecom, yang saat itu dikenal dengan Esia.
Kejayaan Hepi tidak bertahan lama. Ada beberapa faktor yang menyebabkan provider ini tutup selamanya.
6. Fren
Sebelum Smartfren mendominasi pasar, ada Fren—provider berbasis CDMA yang sempat populer di era 2000-an. Diluncurkan oleh PT Mobile-8 Telecom, Fren hadir dengan logo biru khasnya dan dikenal sebagai salah satu provider
dengan tarif murah untuk telepon dan SMS.
Di sisi lain, PT Mobile-8 Telecom juga mengalami masalah keuangan, yang semakin memperparah kondisi Fren. Hingga akhirnya, Fren resmi ditutup dan berevolusi menjadi Smartfren, yang kini berbasis GSM dan masih bertahan hingga sekarang.
Di era 2000-an, Esia adalah salah satu provider CDMA paling populer di Indonesia. Diluncurkan oleh Bakrie Telecom, Esia dikenal dengan tarif murahnya, terutama untuk telepon dan SMS sesama pengguna.
Namun, seiring waktu, Esia mulai kehilangan daya saing. Beberapa faktor utama yang menyebabkan kejatuhannya.
Kesimpulan
Kejatuhan 7 provider legendaris ini memiliki satu benang merah: peralihan teknologi dari CDMA ke GSM. Kisah mereka menjadi pelajaran berharga: di dunia teknologi yang terus berkembang, hanya mereka yang mampu beradaptasi yang akan bertahan.
Buat kamu, provider mana yang paling bikin nostalgia?