RADAR BOGOR – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan seluruh BBM Pertamina telah sesuai standar dan kualitas yang berlaku.
Kementerian ESDM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), PT Pertamina (Persero), dan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas telah mengecek perbedaan kualitas antara BBM beroktan RON 90 dan RON 92.
Pengujian itu untuk memastikan BBM yang diterima konsumen berkualitas baik.
Bahlil Lahadalia juga meminta Pertamina Patra Niaga untuk menyediakan contoh BBM RON 90 dan RON 92 di setiap SPBU.
Dengan begitu, masyarakat bisa membedakan spesifikasi kedua jenis bahan bakar tersebut.
”Insya allah tidak perlu ada kekhawatiran terkait dengan kualitas BBM yang dijual. RON 90 ini sebenarnya yang disubsidi, sementara RON 92 itu harga pasar, tidak disubsidi,” jelas Bahlil Lahadalia di sela kegiatan di Baubau, Sulawesi Tenggara, akhir pekan.
Selain itu, pasokan dan distribusi energi selama Ramadan dan Lebaran dipastikan lancar.
Kapasitas sukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 17-21 hari mendatang.
Sebelumnya, Dirut PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan produk BBM Pertamina telah melalui uji kualitas secara berkala oleh Kementerian ESDM.
Hasilnya sudah sesuai standar teknis yang ditetapkan.
Sebanyak 75 lokasi sampel telah diuji termasuk di Terminal BBM Plumpang dan 33 SPBU yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Bogor dan Tangerang Selatan.
Dua surveyor independen, PT Surveyor Indonesia dan PT TUV Rheinland Indonesia, turut menguji kualitas BBM milik Pertamina.
”Dan hasil dari pengujian itu menunjukkan bahwa kualitas produk BBM Pertamina hasilnya sudah sesuai dengan standar spesifikasi teknis seperti yang dipersyaratkan Ditjen Migas ESDM,” tegas Simon.
Dia berpesan agar masyarakat tidak perlu khawatir dan cemas dengan produk BBM di SPBU Pertamina.
”Uji ini akan kami lakukan terus menerus di seluruh wilayah Indonesia. Tentunya kami juga menyatakan kepada masyarakat bahwa uji ini akan terbuka dan transparan. Masyarakat dapat ikut serta untuk mengawasi,” imbuh Simon. (dee/gal)
Editor : Siti Dewi Yanti