RADAR BOGOR - Kedisiplinan dalam melayani masyarakat ditegaskan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kepada para Bupati dan Wali Kota se-Jabar.
"Doktrin Siliwangi mengajarkan tentang manusia itu harus nyiliwangi, karena nyiliwangi, maka dia tiada tapi ada, maka ada dan tiadanya dalam kasih sayang," tegas Dedi Mulyadi di hadapan para kepala daerah se-Jawa Barat.
"Deudeuhan welasan asihan maka dikenalah dalam prinsip Panca Tunggal Pembangunan harus melahirkan manusia yang cageur bageur bener pinter singer, jadi filosofi dasar pembangunan, para bupati dan Wali Kota nanti saya ajarin," tutur Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menegaskan, tidak usah mencari jauh-jauh, di leluhur kitabnya dan ajarannya ada.
"Yakinilah, para pemimpin yang memimpin kampungnya kembali pada ajaran leluhurnya, maka dia akan diaping, dijaring dijaga jeung diriksa ini keyakinan saya," papar Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, bicaranya tidak lagi uang.
"Tanya ke Sekda, saya enggak pernah rapat," ucapnya.
"Tiap malam, saya mengeluarkan tiga surat edaran," sambung Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengungkapkan, hampir setiap bangun pagi selalu nelepon siapa Bupati dan Wali Kota yang angkat telepon.
"Saya tahu Bupati dan Wali Kota yang bangun pagi dan yang hp (hand phone)-nya non aktif," ungkap Dedi Mulyadi.
Mantan Bupati Purwakarta itu meminta, para Bupati dan Wali Kota pukul 05.30 WIB HP-nya harus sudah nyala.
"Kenapa? karena kita sudah mendeklir diri menjadi pelayan rakyat," tegas Dedi Mulyadi.
"Siapa tahu pada saat pagi itu, ada sesuatu yang harus kita bantu, HP kita mati maka berhentinya sebuah layanan," pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim