RADAR BOGOR - PT Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC terus berupaya meningkatkan pendapatan non-tiket (non-farebox) melalui berbagai inovasi dan strategi bisnis.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjalin kerja sama dengan Pixel Group, sebuah perusahaan media periklanan terkemuka, untuk mengoptimalkan teknologi media iklan dalam memanfaatkan aset-aset yang dimiliki KCIC.
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan porsi pendapatan non-tiket yang saat ini berkisar antara 5% hingga 10% dari total pendapatan KCIC.
Dengan memanfaatkan teknologi periklanan digital, KCIC berharap dapat meningkatkan kontribusi pendapatan non-tiket melebihi 10% dalam waktu dekat.
Eva Chairunnisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Pixel Group akan memungkinkan pemanfaatan aset-aset KCIC untuk iklan digital, sehingga menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.
Langkah ini sejalan dengan upaya KCIC untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan bisnis non-tiket.
Selain itu, KCIC juga telah memperkuat sistem teknologi informasi mereka untuk mendukung peningkatan transaksi bisnis perusahaan.
Pembaruan sistem ini mencakup operasional proses transaksi tiket Whoosh yang terus meningkat, dengan puncaknya melayani sekitar 24.000 penumpang per hari.
Layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang dikenal dengan nama Whoosh, telah mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah perjalanan.
Mulai 1 Februari 2025, jadwal perjalanan ditingkatkan menjadi 62 perjalanan per hari, atau setiap 30 menit, menjadikan Whoosh sebagai layanan kereta komuter supercepat.
Peningkatan frekuensi perjalanan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah penumpang, yang pada gilirannya akan membuka peluang lebih besar untuk pendapatan non-tiket melalui media iklan.
Dengan lebih banyak penumpang yang menggunakan layanan Whoosh, platform periklanan digital yang disediakan oleh Pixel Group dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.
Integrasi antara layanan kereta cepat dan moda transportasi lain juga menjadi fokus KCIC. Misalnya, kehadiran Transjakarta yang meningkatkan mobilitas menuju Stasiun Halim diyakini mampu mendorong peningkatan jumlah penumpang KA Cepat dan berdampak positif pada pengembangan bisnis di area stasiun tersebut.
Dengan adanya integrasi antarmoda yang baik, aksesibilitas penumpang ke stasiun-stasiun KCIC menjadi lebih mudah.
Hal ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan penumpang tetapi juga membuka peluang bagi KCIC untuk menawarkan berbagai layanan tambahan yang dapat meningkatkan pendapatan non-tiket, seperti periklanan dan penyewaan ruang komersial.
Kolaborasi dengan Pixel Group juga mencakup pengembangan konten iklan yang relevan dan menarik bagi penumpang.
Dengan memanfaatkan data dan teknologi, iklan yang ditampilkan dapat disesuaikan dengan profil dan preferensi penumpang, sehingga meningkatkan efektivitas kampanye periklanan.
Selain periklanan, KCIC juga menjajaki peluang bisnis non-tiket lainnya, seperti penyediaan layanan Wi-Fi berbayar, kerjasama dengan penyedia layanan makanan dan minuman, serta penyediaan ruang untuk kegiatan promosi produk.
Diversifikasi sumber pendapatan ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas keuangan perusahaan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, KCIC menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan bisnis non-tiket.
Kolaborasi dengan Pixel Group merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan potensi aset yang dimiliki dan meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan serta para pemangku kepentingan.
Ke depan, KCIC berencana untuk terus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dalam mengembangkan bisnis non-tiket.
Dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi, KCIC optimis dapat meningkatkan kontribusi pendapatan non-tiket secara signifikan dan memberikan layanan terbaik bagi penumpang.
Selain itu, KCIC juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas bagi penumpang.
Dengan adanya peningkatan pendapatan non-tiket, KCIC dapat mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk pengembangan dan perbaikan layanan, sehingga meningkatkan kepuasan dan loyalitas penumpang.
Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang efektif, KCIC berharap dapat mencapai target peningkatan pendapatan non-tiket dan terus berkontribusi pada pengembangan transportasi modern di Indonesia.
Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan transportasi lainnya dalam memanfaatkan teknologi untuk pengembangan bisnis. (***)
Penulis: Sholihatun Nur Khasanah/Magang-Unpak
Editor : Yosep Awaludin