RADAR BOGOR - Masih banyaknya warga yang menganggur, menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Ya, Dedi Mulyadi memerintahkan pemerintah daerah mulai memperbaiki sistem rekrutmen tenaga kerja.
"Saya katakan ke Kepala Disnaker, tidak mau lagi ada antrean orang lamar kerja," kata Dedi Mulyadi.
"Bagaimana? gampang sekarang sudah zaman aplikasi, zaman sistem data, di desa itu ada operator, di Kecamatan ada operator, di Kabupaten ada operator hampir setiap unit kerja," sambung mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Dedi Mulyadi memerintahkan, operator desa harus sudah mulai ditugaskan untuk mengentry data jumlah angkatan kerja yang ada di wilayahnya berdasarkan pendidikan dan keahliannya.
Selanjutnya, data tersebut dipindahkan ke Dinas Tenaga Kerja.
"Dinas Tenaga Kerja harus terhubung dengan industri, jadi ketika industri rekrut tenaga kerja enggak usah buka lamaran, cukup dia lihat siapa saja yang memenuhi kualifikasi di sistem data itu," tutur Dedi Mulyadi.
Setelah itu, kata Dedi Mulyadi, buat panggilan kerja ke rumahnya masing-masing untuk interview.
Setelah diterima, baru ngurus lamaran kerja dan persyaratannya.
Dedi Mulyadi menegaskan, jangan dibuat orang melamar pabrik antre hingga ribuan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim