RADAR BOGOR - Hari raya Idul Fitri atau lebaran semakin dekat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta agar para Bupati, Wali Kota dan orang kaya tidak asal membagikan santunan.
"Saya minta kepada para bupati, wali kota, pada orang-orang kaya, kalau membagikan beras, membagikan sembako menjelang hari raya jangan dikumpulkan warganya, antarkan ke setiap rumah dengan penuh rasa kehormatan," tegas Dedi Mulyadi
"Kenapa? diantrikan, dipolitisisi lagi orang Jawa Barat ngantri beras 5 liter, nanti musim kurban diantrikan kembali hilangkan sikap-sikap politisi," tutur Dedi Mulyadi.
"Kita belajar pada leluhur kita, orang tua kita, ketika ngantar munggahan ketika ngantar munggah untuk lebaran diantar ke rumahnya tanpa orang mengetahuinya," sambung Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, kebiasaan hari ini adalah pamer kebaikan, dikumpulkan, dipidatokan, divideokan.
Akhirnya, kata Dedi Mulyadi, brand bahwa orang Sunda Kokoro muncul.
"Kita harus mulai, negara lain itu bukan berarti tidak punya kelemahan, sama dengan kita, cuman mereka mampu menutupnya, tidak menjadi konsumsi politik dan publik keluar sehingga citra negara ini baik, ini harus," pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim