RADAR BOGOR - Tahukah kamu bahwa survei ground check DTSEN akan sangat berpengaruh pada kelanjutan bansos di tahap kedua? Simak ciri-ciri KPM yang berpotensi tidak lolos survei ini agar kamu bisa mempersiapkan diri.
Survei ground check DTSEN dilakukan oleh Kemensos untuk memastikan bansos tepat sasaran.
Dengan kepemimpinan Presiden terpilih, Bapak Prabowo Subianto, Kemensos berupaya memperbaiki sistem penyaluran bansos agar lebih adil dan merata.
Ciri-ciri KPM yang Berpotensi Tidak Lolos Survei, di antaranya:
1. Penghasilan di Atas UMR/UMP: Jika penghasilanmu atau omzet usahamu melebihi Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Provinsi (UMP), kamu akan terdeteksi sebagai KPM yang mampu secara finansial.
2. Daya Listrik Rumah di Atas 2.200 VA: Penambahan daya listrik rumah di atas 2.200 VA akan terdeteksi oleh sistem DTSEN yang terintegrasi dengan data PLN.
3. Memiliki Aset Pribadi yang Signifikan: Kepemilikan aset seperti kendaraan mewah, perhiasan berharga, atau barang elektronik mahal dapat menjadi indikasi bahwa kamu tidak lagi layak menerima bansos.
4. Anggota Keluarga ASN/P3K: Jika ada anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK) yang diterima sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), data ini akan terintegrasi dengan sistem DTSEN melalui Kemendagri.
5. Memiliki Harta Tidak Bergerak: Kepemilikan kebun, sawah, atau rumah tinggal lain selain yang ditempati akan terdeteksi melalui musyawarah desa yang melibatkan RT, RW, tokoh masyarakat, Babinsa, Bimaspol, dan perangkat desa.
6. Menolak Survei Ground Check: KPM yang menolak survei akan otomatis dikeluarkan dari daftar penerima bansos karena datanya tidak akan masuk ke Pusdatin Kemensos dan akan tertera di aplikasi SIGMA bahwa KPM menolak untuk disurvei.
DTSEN adalah sistem yang dinamis dan selalu diperbarui setiap bulan.
Survei ground check bertujuan untuk memprioritaskan KPM yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Jika kamu merasa masih layak menerima bansos, pastikan kamu bersedia disurvei dan memberikan data yang jujur.
Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu kamu memahami kriteria penerima bansos yang baru.***
Editor : Halimatu Sadiah