Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bijak Gunakan Media Sosial! Kenali 3 Dampak Ini untuk Jaga Kesehatan Mental

Gabriel Anderson Nainggolan • Jumat, 14 Maret 2025 | 20:38 WIB
Aplikasi media sosial di dalam ponsel.
Aplikasi media sosial di dalam ponsel.

RADAR BOGOR - Di era digital, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Namun, di balik kemudahan akses dan interaksi, media sosial ini juga dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental jika tidak digunakan dengan bijak.

Berdasarkan survei Common Sense Media, 35 persen remaja khawatir akan ditandai (tagging) dalam foto yang tidak menarik, 27 persen merasa stres dengan penampilan mereka saat mengunggah foto, serta 22 persen merasa tidak percaya diri ketika tidak mendapat komentar atau "like" yang cukup di media sosial miliknya.

Dilansir dari kanal YouTube Satu Persen – Indonesian Life School, berikut tiga hal utama yang perlu dipahami agar penggunaan media sosial tetap sehat secara mental:

1. Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

Mengenali diri sendiri adalah langkah pertama agar tidak mudah terjebak dalam pengaruh media sosial.

Tanpa pemahaman yang kuat, seseorang akan cenderung membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain yang tampak lebih baik di dunia maya.

Penelitian Mussweisler menunjukkan bahwa "social comparison" (perbandingan sosial) terjadi secara otomatis.

Artinya, saat seseorang mengakses media sosial, otaknya secara spontan membandingkan kehidupan orang lain yang terlihat di layar dengan kehidupan pribadi mereka sendiri.

Contoh:

Andi merasa bahwa unggahannya di media sosial tidak sebagus teman-temannya.

Hal ini membuatnya cemas dan terus membandingkan diri dengan orang lain, padahal realitas di balik layar bisa sangat berbeda dari yang terlihat.

2. Memahami Emosi Saat Menggunakan Media Sosial

Jika kondisi mental sedang tidak stabil, sebaiknya batasi penggunaan media sosial atau istirahat sejenak.

Platform ini dapat memicu berbagai emosi, seperti kebahagiaan, kecemasan, kemarahan, hingga kesepian.

Ketidakmampuan memahami emosi dapat menyebabkan seseorang terjebak dalam validasi online, siklus negatif karena merasa tidak cukup baik, atau bahkan kecanduan dopamin dari interaksi digital seperti "like" dan komentar.

Jika tidak diatasi, hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental.

Contoh:

Budi merasa cemas setiap kali melihat unggahan teman-temannya yang memiliki tingkat interaksi tinggi.

Ditambah lagi, komentar negatif dari netizen membuatnya semakin terpuruk hingga mengalami stres dan depresi.

3. Media Sosial Hanyalah Panggung

Baca Juga: ICMI Orda Kota Bogor Helat Talk Show, Bahas Pentingnya Masjid Ramah Difabel

Media sosial sering digunakan sebagai tempat untuk menampilkan sisi terbaik seseorang, baik dalam bentuk pencapaian, gaya hidup, atau kemewahan.

Namun, apa yang terlihat di layar tidak selalu mencerminkan kehidupan nyata secara keseluruhan.

Kita perlu menyadari bahwa apa yang dibagikan di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang.

Tidak semua orang menampilkan kesulitan atau perjuangan yang mereka hadapi.

Contoh:

Anisa melihat unggahan teman-temannya yang tampak bahagia berlibur ke berbagai tempat.

Hal ini membuatnya merasa kurang beruntung. Padahal, unggahan tersebut hanya 10-20 persen dari kehidupan mereka yang dikurasi untuk media sosial.***

Editor : Halimatu Sadiah
#dampak negatif medsos #media sosial