RADAR BOGOR - Siapa yang tidak tergoda untuk belanja besar-besaran saat Lebaran? Rasanya sulit menahan diri setelah menerima THR, apalagi jika ingin membawa oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.
Namun, jika tidak dikelola dengan bijak, uang THR bisa habis seketika sebelum hari raya tiba.
Agar keuangan tetap sehat di momen Lebaran 2025, berikut beberapa cara cerdas mengatur THR berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Keuangan.
1. Susun Prioritas Pengeluaran
Dalam pengelolaan keuangan, ada tiga kategori Utama, yaitu primer, sekunder, dan tersier.
Prioritas utama tentu kebutuhan primer, seperti biaya mudik, zakat, atau kebutuhan pokok.
Meskipun THR yang diterima cukup besar, bukan berarti bisa dihabiskan tanpa perencanaan.
Buat daftar kebutuhan sesuai urgensi agar uang tidak cepat habis untuk hal yang kurang penting.
2. Alokasikan THR dengan Cermat
Setelah menentukan prioritas, langkah berikutnya adalah mengalokasikan anggaran secara bijak. Contohnya:
- Tiket mudik & transportasi: Rp1 juta
- Oleh-oleh & parcel: Rp500 ribu
- Angpau untuk keluarga: Rp600 ribu
Jika jumlah pengeluaran melebihi anggaran, sesuaikan kembali dengan memilih barang yang lebih terjangkau atau mengurangi jumlah pembelian.
3. Manfaatkan Promo dan Diskon dengan Bijak
Menjelang Lebaran, banyak toko menawarkan diskon besar-besaran.
Gunakan kesempatan ini untuk menghemat pengeluaran, tetapi tetap berpegang pada daftar kebutuhan.
Jangan sampai terjebak dalam "aji mumpung" yang justru membuat keuangan boncos!
"Aji mumpung" terjadi ketika seseorang tergoda oleh diskon dan membeli barang tanpa pertimbangan, bukan karena kebutuhan.
Manfaatkan promo hanya untuk barang yang benar-benar diperlukan.
Mengelola THR dengan bijak adalah kunci kesehatan finansial saat Lebaran.
Dengan strategi ini, THR tidak hanya bermanfaat untuk momen Lebaran, tetapi juga untuk masa depan.(*)
Editor : Halimatu Sadiah