RADAR BOGOR - Pada era yang serba digital seperti sekarang, media sosial menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan. Banyak tren bermunculan dan viral. Salah satunya tren KaburAjaDulu.
Tren hastag KaburAjaDulu sudah bermula dari tahun 2023 tetapi Kembali viral di tahun ini sekitar bulan Februari.
Viralnya tren KaburAjaDulu tersebut sebagai bentuk protes dan rasa kecewa masyarakat kepada kebijakan pemerintah, terutama generasi muda.
Generasi muda menyoroti berbagai kebijakan yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat, baik dalam bidang ekonomi, sosial hingga politik.
Di sisi lain, media sosial banyak menyajikan video tentang kehidupan di luar negeri. Banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang membuat video keseharian di luar negeri, tidak jarang pula mereka memberitahukan kelebihan tinggal di negara tersebut.
Dalam hal itu, generasi muda melihat adanya perbedaan yang cukup signifikan terkait kehidupan di Indonesia dengan kehidupan di luar negeri.
Perbedaan tersebut yang mendorong rasa penasaran dan keingintahuan hingga menimbulkan tindakan langsung untuk segera pergi ke negara yang mereka inginkan.
Dengan maraknya generasi muda yang setuju terhadap tren tersebut, memunculkan berbagai pertanyaan di benak masyarakat lain dan pemerintah.
Mereka mempertanyakan alasan terjadinya fenomena ini, apakah terjadi sebagai bentuk eskapisme atau bentuk rasa kecewa terhadap penyelenggara negara.
Namun, pada kenyataannya fenomena Kabur Aja Dulu tidak hanya disebabkan oleh rasa kecewa tetapi banyak faktor lain yang mendorong terjadinya fenomena ini.
Faktor-faktor yang mendorong fenomena tersebut mencakup berbagai macam aspek, seperti kondisi ekonomi, sosial maupun politik.
Salah satu faktor yang sangat berpengaruh yaitu kondisi ekonomi di Indonesia yang tidak stabil, seperti biaya hidup yang terus meningkat dengan pendapatan yang tidak setara.
Selain itu, minimnya peluang kerja yang tidak sebanding dengan angka pengangguran yang ada di negara ini. Generasi muda ingin memiliki kehidupan yang seimbang dengan kuliatas hidup yang lebih baik.
Namun, fenoma ini menimbulkan beberapa dampak baik psikologis, sosial maupun ekonomi bagi orang yang mengikutinya.
Mulai dari dampak psikologis yang ditimbulkan, seperti potensi menimbulkan kecewaan apabila tidak sesuai kenyataan hingga munculnya overthingking karena ekspektasi tidak sesuai realita.
Selain itu, ada pula dampak sosialnya, seperti munculnya potensi kesulitan untuk beradaptasi tetapi hal tersebut dapat pula memperluas pandangan mereka terhadap identitas mereka sebagai WNI.
Sedangkan, pada dampak ekonomi terdapat aspek positif, seperti peluang yang lebih luas serta potensi meningkatkan devisa negara.
Viralnya tren #KaburAjaDulu tidak lepas dari peran media sosial yang membangun alur ceritanya.
Platform media sosial telah menjadi wadah bagi para generasi muda untuk menunjukkan aspirasi atas kekecewaannya dalam berbagai bentuk, seperti membuat meme, video, hingga cerita singkat.
Para influencer juga turut meramaikan tren ini dengan membuat konten-konten yang membicarakan maupun mengangkat fenomena ini.
Namun, tidak dapat kita pungkiri juga dari semua orang yang menyuarakan pendapat mereka terkait tren ini, ada kemungkinan orang yang hanya FOMO (Fear of Missing Out) atau tidak ingin tertinggal oleh orang lain.
Oleh karena itu, setiap individu diharapkan mampu untuk menerima kenyataan dan berani menghadapi tantangan dalam kehidupan.
Penting bagi kita untuk sadar akan lingkungan sekitar dan terbuka dalam komunikasi kepada orang-orang terdekat.
Dengan keterbukaan tersebut, kita dapat berpikir lebih baik lagi dalam mengambil keputusan kedepannya.
Jangan hanya karena ada tren KaburAjaDulu, kita jadi merubah keputusan hidup kita dengan terburu-buru.
Maka dari itu, kita harus menjaga diri kita dengan literasi digital yang baik agar terhindar dari keputusan sesaat karena pengaruh tren media sosial.
Dalam era digital seperti saat ini, sangat penting bagi seseorang untuk kritis dalam berkomunikasi di media sosial sehingga dapat menyaring informasi dan tidak terbawa arus.
Pada akhirnya, kemampuan komunikasi kita yang dapat menentukan pilihan serta tujuan dalam kehidupan.
Tren #KaburAjaDulu dapat dijadikan motivasi dan inspirasi tetapi tidak untuk mempengaruhi pilihan hidup kita sendiri. (***)
Penulis : Cigy Aiko Saraswati | J0401231003
Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University