RADAR BOGOR - Bulan Ramadhan 2025 membawa kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos PKH, BPNT, dan masyarakat luas.
Beberapa bansos tambahan siap disalurkan, termasuk bantuan beras 10 kg yang akan berlanjut di awal tahun 2025.
Presiden Prabowo Subianto menyetujui kelanjutan program bansos pangan beras 10 kg di tahun 2025.
Namun, jumlah penerima manfaat berkurang dari 22 juta menjadi 16 juta KPM.
Penyaluran diperpanjang hingga 6 bulan pertama tahun 2025 (Januari-Juni).
Diprediksi, penyaluran Ramadan akan mencakup 3 bulan sekaligus (Januari-Maret), dengan setiap KPM menerima 30 kg beras.
Basis data penerima menggunakan desil 1 dan 2, lansia tunggal, dan perempuan kepala keluarga miskin (data P3KE).
Pemerintah juga menyiapkan program makan bergizi gratis (MBG) dengan anggaran Rp71 triliun.
Sekitar 19,47 juta orang (siswa, ibu hamil, dan menyusui) akan menerima manfaat.
Anggaran terbagi menjadi Rp63,356 triliun untuk pemenuhan gizi nasional dan Rp7,433 triliun untuk dukungan manajemen.
KPM PKH dan BPNT yang memiliki anak sekolah berhak menerima bantuan PIP.
Anak sekolah harus terdaftar dalam SK nominasi PIP 2025 dan telah melakukan aktivasi rekening.
Bantuan ini bertujuan untuk membantu biaya pendidikan anak sekolah.
Pencairan bantuan sosial PKH dan BPNT pada tahun 2025 dilakukan dalam beberapa tahapan, sehingga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) perlu mengetahui tahapan pencairan.
Berikut adalah tahapan pencairan bansos PKH dan BPNT pada tahun 2025:
- Tahap 1: Januari - Maret
- Tahap 2: April - Juni
- Tahap 3: Juli - September
- Tahap 4: Oktober - Desember
Pemerintah berkomitmen untuk terus menyalurkan bansos yang tepat sasaran.
Diharapkan bansos ini dapat meringankan beban masyarakat, terutama di bulan Ramadhan, dan KPM diharapkan selalu memantau informasi resmi dari pemerintah terkait pencairan bantuan.(*)