RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah fokus menanggulangi bencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah Jabar, termasuk Bekasi.
Saat berkunjung ke Pasar Babelan Bekasi, ia bertemu dengan pegawai pasar, yang bekerja membersihkan pasar dari sampah yang menumpuk.
Belakangan diketahui nama pegawai pasar tersebut adalah Idup Efendi.
Dedi Mulyadi sempat menanyakan gaji yang diterima Idup dalam satu bulan.
Idup mengatakan, dirinya belum pernah menerima gaji selama empat tahun bekerja di Pasar Babelan Bekasi.
Ia menuturkan, bekerja sebagai pegawai pasar sejak Januari 2020.
Saat tengah membersihkan sampah pasar, Idup sempat diberi uang Rp2 juta oleh seseorang yang bernama Haji Mumu.
Idup menceritakan, dirinya sekeluarga merasa bersyukur hingga menangis.
"Saya dikasih uang Rp2 juta, terus saya balik, istri anak cucu pada kumpul semua, nangis Pak. Sedih, ada yang nolongin saya," tuturnya.
Idup menyebutkan, dengan uang tersebut, ia bisa membeli sekarung beras, kebutuhan lebaran, dan bisa makan enak.
"Saya beli beras sekarung, biasa 1 atau 2 liter, pakaian, dan kebutuhan lebaran. Alhamdulillah makan enak," ungkapnya.
Soal gaji, Idup menjelaskan, setiap sebulan sekali mendapat Rp50 ribu dari rekan-rekannya yang sudah mendapat gaji.
"Yang udah dapet gaji dikumpulin terus setiap bulan, asal teman saya udah dapet gaji gocap," ceritanya.
Dedi mengungkapkan, Idup Efendi belum memperoleh gaji karena belum terdaftar sebagai pegawai honor.
"Dikasih Rp50 ribu dari teman-teman yang lain, karena tidak terdaftar dalam pegawai honor," jelas Gubernur Jawa Barat.
Idup menyampaikan, dirinya suka menanayakan status dan gaji, namun belum ada kejelasan hingga saat ini.
"Asal saya tegor, udah diajuin, tunggu waktunya, tahun besok, terus sampai sekarang," lanjutnya.
Saat Dedi Mulyadi menanyakan alasan tetap bekerja walau tidak digaji, Idup membeberkan semuanya dilakukan demi menghidupi keluarga.
Untuk bertahan hidup, Idup melanjutkan, kerap mendapat sayur dan upah.
"Untuk kebutuhan sehari-hari. hidup karena kebijakan pedagang. Bersihin sampah dikasih Rp40 sampai Rp50 ribu , dapet sayur, suka ada rejekinya hingga bisa ngehidupin istri dan sekolahin anak," ceritanya.
Tidak hanya itu, Idup juga mengumpulkan barang bekas atau rongsok untuk bisa menyambung hidup.
"Sampingan saya, nyari rongsok," tambahnya.
Mendengar cerita Idup, Dedi Mulyadi memberikan uang sebesar Rp10 juta.
"Uangnya lagi ambil Rp10 juta, berkah buat bapak," tandas mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Pegawai pasar tersebut pun terharu karena mendapat uang yang cukup besar.
"Saya engga bisa tolong apa-apa, hanya Allah yang bisa balas," harap Idup.
Dedi Mulyadi meminta kepada Idup untuk rajin dan menjaga kebersihan pasar.
"Yang rajin biar engga kumuh lagi Pasar Babelannya. Pulang ke rumah bawa uang Rp12 juta. Berkah, bapak orang baik, orang sholeh," pungkasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti