RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah membenahi penyebab terjadinya banjir Cikapundung Bandung.
Bersama aparat daerah, Dedi menyisir beberapa rumah yang lokasinya berada di pinggir sungai, termasuk bangunan yang berada di bawah bangunan rumah.
Saat memantau kondisi sisa-sisa banjir, ia menemukan warga yang tinggal di kolong atau berada di bawah bangunan sebuah rumah.
Diketahui warga tersebut berprofesi sebagai tukang servis payung dan pemulung barang rongsok.
Ia menempati bangunan berukuran 1x2 meter di kolong rumah warga yang berada di bibir sungai.
Saat ditemui Dedi Mulyadi, ia bersama anak semata wayangnya tengah melakukan aktivitas sehari-hari sambil duduk, lantaran bangunan yang rendah.
Warga tersebut menjelaskan, sang istri sudah pergi sejak lama meninggalkan anak dan dirinya.
Saat masuk ke dalam bangunan, Dedi sempat berbincang dengan anak warga tersebut.
"Sekolah di mana," tanyanya.
Sang anak mengatakan, ia sekolah hingga SD dan tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya.
Mengenai pekerjaan, Gubernur Jawa Barat sempat menanyakan keinginan sang anak untuk bekerja.
"Mau kerja?" tutur Dedi Mulyadi kepada anak tersebut.
Anak tersebut mengatakan, dirinya akan ikut bersama kakaknya di Jakarta.
Dedi juga sempat melihat kamar mandi yang digunakan warga tersebut untuk MCK.
"Ini takut ya, jika ada air tinggi," sebut Dedi.
Warga tersebut menceritakan, jika air sungai meluap, ia langsung keluar.
Prihatin dengan kondisi warga yang hidup di bawah kolong rumah, Gubernur Jawa Barat menawarkan untuk tinggal di tempat yang lebih layak.
"Saya kontrakin, minimal sampai musim hujan ini," sebut Dedi Mulyadi.
Namun, warga tersebut menolak dan meminta bantuan agar ia bisa mendirikan benteng supaya air tidak bisa masuk ke dalam kediamannya.
"Saya sudah betah di sini, saya penduduk sini," ucap warga tersebut.
Warga tersebut memaparkan, air biasanya tidak langsung besar dan masuk sedikit-sedikit ke dalam tempat tinggalnya.
Membantu warga tersebut bertahan, Dedi Mulyadi memberikan bantuan berupa uang tunai agar bisa dibangun benteng untuk mencegah air sungai meluap.
"Bapak bisa pasang bata sendiri kan?" kata Dedi Mulyadi.
Ia pun memberikan bantuan kepada warga tersebut untuk bisa membangun benteng agar air tidak meluap.
Warga yang tinggal di kolong rumah sempat menolak dan terharu karena diberi bantuan.
"Terima kasih bapak, semoga rejekinya bertambah," ujarnya.
Dedi Mulyadi berpesan agar warga tersebut dibantu oleh masyarakat lainnya.
Editor : Siti Dewi Yanti