RADAR BOGOR - Masalah keamanan terus menjadi evaluasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, indeks ketenteraman dan ketertiban di Jawa Barat sebesar 100 poin.
Sedangkan, kata Dedi Mulyadi, indeks ketahanan daerah Jawa Barat sebesar 0,72 poin.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, hari ini yang menonjol adalah orang tidak merasa tentram karena banyaknya yang mengaku sebagai Ormas, LSM yang sudah terang-terangan lakukan intimidasi.
Di Kota Bekasi, kata Dedi Mulyadi, ada security yang diintimidasi.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi mengungkapkan, di Kabupaten Bekasi salah satu Ormas menaburkan sampah di depan Kantor Dinas Kesehatan, walaupun sudah minta maaf.
Di kawasan industri Surya Cipta, Dedi Mulyadi menuturkan, Satuan Serse Polres Subang sudah menangkap 6 orang yang melakukan pemerasan.
Di situ, sambung Dedi Mulyadi, ada perusahaan mobil listrik BYD yang akan merekrut 16.000 tenaga kerja dan seluruh problemnya sudah selesai.
Dedi Mulyadi menambahkan, akses tol Senin (24/3) akan dibicarakan dan listrik sudah terkoneksikan.
Selain itu, tahun ini rekrutmen akan segera dilaksanakan.
Mengatasi berbagai masalah tersebut, Dedi Mulyadi langsung gercep (gerak cepat) menggandeng Kapolda dan Pangdam.
"Nah untuk mencapai solusi itu saya sampaikan ke para anggota DPRD bahwa saya sudah telepon Kapolda dan Pangdam, kami akan mengeluarkan surat keputusan hari Senin (24/3) pembentukan Satgas anti antipremanisme," tegas Dedi Mulyadi.
Nanti, jelas Dedi Mulyadi, terkoneksi sampai tingkat kecamatan.
Dedi Mulyadi menjelaskan, pihaknya akan melengkapi berbagai fasilitasnya tersebut mobile dengan target dalam tahun ini Jawa Barat terbebas dari premanisme. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim