RADAR BOGOR - Berbagai masalah sosial tak luput dari perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Saat rapat paripurna bersama DPRD Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mengungkapkan, indeks kesejahteraan sosial di Jabar sebesar 44,57 poin.
"Urusan pemerintahan, nah ini urusan sosial ada yang kasat mata," ungkap Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengatakan, di jalan-jalan menuju Gedung DPRD Jawa Barat terutama di perempatan masih banyak orang yang meminta-minta hingga mengamen.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, sudah minta ke Dinas Sosial menyiapkan alokasi mereka.
Problemnya apa? apabila memang kampungnya, sambung Dedi Mulyadi, maka segera antarkan ke kampungnya lalu cari solusi terbaiknya.
Menurut Dedi Mulyadi, apabila tidak berubah manusianya maka tindak secara tegas.
"Tidak boleh lagi ada ngamen-ngamen di perempatan yang tidak jelas ngamennya, ngamennya bukan berseni, berkesenian tapi hanya sekadar cari uang yang ngelap-ngelap kaca, bawa anak-anak kecil untuk minta-minta karena bagi saya Kota Bandung adalah etalase dari peradaban Provinsi Jawa Barat," papar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menegaskan, tidak mau setelah hari raya Idul Fitri ada gelandangan.
"Ini tidak boleh lagi, ada perempatan diisi oleh gelandangan dan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota harus mampu menyelesaikannya secara tuntas ini komitmen saya," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim