RADAR BOGOR - Saat berkunjung ke Kantor Samsat Kota Bekasi pada Minggu (23/3/2025) lalu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berjumpa dengan sejumlah warga yang tengah mengantri.
Masyarakat berbondong-bondong mendatangi Kantor Samsat Kota Bekasi di hari Minggu, setelah Gubernur Jawa Barat mengumumkan warga bisa melakukan pembayaran tunggakan pajak di hari libur.
Sejumlah warga dengan beragam permasalahan menghampiri Dedi Mulyadi untuk mengadukan hal-hal yang dihadapi.
Salah satunya, seorang warga berjenis kelamin laki-laki mendatangi mantan Bupati Purwakarta dua periode tersebut.
Saat bertemu dengan Dedi Mulyadi, warga tersebut tampak ingin menumpahkan air mata.
Melihat hal tersebut, Dedi meminta kepada pria yang sudah berumur tersebut untuk tidak menangis.
"Kenapa, jangan nangis, cerita masalahnya apa?" tanyanya.
Warga tersebut menceritakan, dirinya berasal dari wilayah lain.
"Saya dari Depok ke Bekasi mau bayar tunggakan pajak, tapi uangnya kurang. Cuma ada Rp500 ribu," ungkapnya.
Dedi menanyakan jumlah tunggakan pajak yang harus dibayar pria tersebut.
Ditanya mengenai nominal yang harus dibayarkan, warga tersebut menyebutkan, ia harus membayar kurang lebih Rp1 juta.
"Harus bayar Rp1 juta, nunggak 6 tahun," tambahnya.
Dedi Mulyadi mengatakan biaya tunggakan pajak yang harus dibayar cukup tinggi.
"Kok mahal sih, kan motor murah. Coba lihat sini," pintanya.
Warga tersebut menjelaskan, berkas motor sudah diserahkan ke pihak Samsat Kota Bekasi.
"Masih di berkas Pak, saya taro," sebutnya.
Gubernur Jawa Barat meminta nomor kontak yang bisa dihubungi agar bisa dibantu
"Nomor hape berapa nanti saya hubungi, nanti saya bantu," tandasnya.
Dedi Mulyadi meminta warga tersebut untuk tidak bersedih.
"Nanti bapak WA kesulitannya, jangan nangis lagi," lanjutnya.
Editor : Siti Dewi Yanti