Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Protes Tidak Dapat Bantuan Bansos ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi: Jagjag Kieu, Ngerakeun Sia Teh

Siti Dewi Yanti • Rabu, 26 Maret 2025 | 09:31 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah mendengarkan keluhan warga yang tidak mendapat bansos
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah mendengarkan keluhan warga yang tidak mendapat bansos

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan kunjungan ke Kantor Samsat Bandung Barat untuk melihat perkembangan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Sejumlah masyarakat menceritakan keluh kesah kepada Dedi Mulyadi, termasuk warga berjenis kelamin laki-laki.

Ia mendatangi Kantor Samsat Bandung Barat untuk melakukan pembayaran tunggakan dan denda pajak kendaraan bermotor.

Setelah proses selesai, warga tersebut menceritakan mengenai bansos yang tidak kunjung diterima walau sudah mengajukakan beberapa kali.

"Saya minta bansos, sudah mengajukan, namun tidak kunjung disetujui" ungkapnya.

Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi menanyakan kondisi badan sehat kenapa harus minta bansos.

"Jeung naon sakieu jagjag na menta bansos (buat apa sehat-sehat begini minta bansos)," tanya Gubernur Jawa Barat.

Warga tersebut menjawab, dirinya sudah berkeluarga dan memiliki anak.

"Abdi pan tos gaduh kaluarga, tos gaduh murangkalih (kan saya sudah punya keluarga dan punya anak)," jawabnya.

Tidak setuju dengan pernyataan warga tersebut, Dedi menilai, jika masih muda dan sehat tidak perlu mendapat bansos.

"Ari sia pantaran sia diberean bansos, jagjag kieu, ngerakeun sia teh (orang seperti kamu, sehat, minta bansos, malu-maluin)," ucap Dedi yang disambut dengan gelak tawa masyarakat.

Warga tersebut berujar, tetangga di sekitar rumahnya yang berusia lebih muda mendapat bansos.

"Sekarang gini Pak, masa tetangga dapat padahal masih muda," ceritanya.

Dedi mengungkapkan, jika seseorang iri lantaran orang lain mendapat bantuan karena kurang beruntung, artinya seseorang tersebut ingin miskin.

"Kalau orang lain dapat bantuan karena mengaku miskin, kalau kita sirik dengan orang miskin, maka kita ingin menjadi miskin," tuturnya.

Mantan Bupati Purwakarta tersebut mengatakan, memalukan jika menginginkan bansos dengan kondisi badan sehat.

"Menikah dengan orang Jawa bisa, tapi bansos ingin dapat, malu-maluin kamu ini masih sehat," ungkapnya.

Warga tersebut menyebutkan, anaknya sudah cukup besar dan berhak mendapat bansos.

Menurut Dedi, jika sudah punya anak harus mau bertanggung jawab terhadap segala kebutuhannya.

"Kalau sudah punya anak harus tanggung jawab buat melahirkannya, memberi pakaian, memberi makan, dan menyekolahkannya," tambahnya.

Tanggung jawab pemerintah untuk warga yang sehat, Dedi melanjutkan, anak sekolah dan warga sakit.

"Tanggung jawab pemerintah untuk yang sehat itu, anaknya sekolah tanggung jawab pemerintah, nanti kalau sakit tanggung jawab pemerintah, ngasih makan tanggung jawab ayahnya," sebutnya.

Ditanya Dedi bantuan apa yang ingin didapatkan, warga tersebut menjelaskan, dirinya sempat bertanya kepada lurah setempat tentang bantuan sembako dan BLT.

Merespon hal tersebut, Gubernur Jawa Barat membeberkan, harus bertekad dalam diri untuk tidak meminta bantuan, tapi harus membantu.

"Pokoknya saya tidak ingin dapat bantuan, ingin membantu," tegasnya.

Dedi menekankan, bantuan bisa dalam bentuk apapun, termasuk pembebasan tunggakan dan denda pajak.

"Sekarang lagi ngurus motor bukan, itu juga bantuan," lanjutnya.

Sebagai informasi, pembebasan tunggakan dan denda pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat mulai berlaku sejak 20 Maret dan diperpanjang hingga 30 Juni 2025.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #bansos #pajak kendaraan bermotor