Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Banyak Warga yang Kebanjiran, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Indonesia Itu Negara Paling Aneh

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 29 Maret 2025 | 09:00 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat berdialog dengan warga Bekasi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat berdialog dengan warga Bekasi.

RADAR BOGOR - Banyaknya bencana banjir di sejumlah wilayah termasuk Bekasi, menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Ya memang Indonesia itu negara paling aneh, sungai itu milik negara diisi oleh bangunan tanpa izin, mendiami bertahun-tahun tanpa sewa," kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat melakukan kunjungan ke Bekasi.

Kemudian, kata Dedi Mulyadi, mereka kebanjiran.

Setelah kebanjiran, sambung Dedi Mulyadi, mereka harus direlokasi dan sungainya wajib diperlebar dan dikeruk.

"Pemerintah tuh double, ya harus merelokasi, mengeruk sungainya, memperlebar sungainya, harus ngebebasin rumahnya. Itulah Indonesia," papar Dedi Mulyadi.

Padahal dari sisi ilmu pidana, tutur Dedi Mulyadi, kalau masuk tempat orang tanpa izin adalah pidana.

"Bangun di tempat orang, penyerobotan bukan? mau saklek-saklek lah," jelas Dedi Mulyadi kepada salah satu warga yang tinggal di Kali Sepak, Bekasi.

"Bapak punya rumah, punya tanah, ada orang yang bangun di tanah bapak, lapor polisi enggak? masuknya apa? penyerobotan kan?," tanya Dedi Mulyadi kepada warga Kali Sepak, Bekasi.

Menurut Dedi Mulyadi, ada sungai milik negara yang untuk air terus dibangun rumah, warung, kios adalah pidana bukan dikasih duit.

"Ini negara tuh lemah," tegas Dedi Mulyadi di hadapan warga.

Lebih lanjut ia mengatakan, bukan soal kasus banjir namun yang dirinya lihat adalah masyarakat ekonomi kelas bawah.

"Mereka tinggal di situ karena butuh tempat usaha, mereka butuh tempat tinggal," kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Maka, sambung Dedi Mulyadi, negara itu wajib menyiapkan tempat tinggal bagi mereka.

"Tetapi juga kalau bicara wilayah, enggak selektif juga Bekasi ini. Orang dari mana-mana dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur sampai Sumatera masuk ke Bekasi semuanya. Akhirnya numpuk," tutur Dedi Mulyadi.

"Akibatnya, sampahnya tidak keurus, sungainya mengecil, sawahnya diuruk, orangnya jadi tumpuk-tumpukan begini," imbuh Dedi Mulyadi.

"Tempat buang sampahnya enggak ada, krodit. Akibat dari krodit, maka sering stres. Karena sering stres, sering ribut gitu kan. Makanya, harus dibuat jalan yang lebar rapi. Nah, itu orang membuat tenang," tutur Dedi Mulyadi.

"Kenapa? di jalan tenang, enggak ada macet, dibukain pintu harum, pohon-pohon berdiri berjejer, burungnya berkicau, airnya jernih, ya kan orangnya saling menyapa. Asalamualaikum, apa kabar? Nah, itu surga di dunia," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #bekasi #sungai #gubernur jawa barat