Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat akan Benahi Knalpot Brong, Dedi Mulyadi: Mohon Maaf jika Nanti Saya Galak

Siti Dewi Yanti • Rabu, 2 April 2025 | 06:26 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan berlaku disiplin
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan berlaku disiplin

RADAR BOGOR - Pemerintah provinsi Jawa Barat menggelar Festival Dulag Istimewa yang diadakan di Gedung Pakuan pada Minggu (30 Maret 2025).

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi sambutan.

Dalam sambutannya, ia meminta maaf jika akan berlaku disiplin.

"Saya mohon maaf jika nantinya saya galak," ujar Dedi.

Ia menuturkan, akan menertibkan beberapa hal yang mengganggu.

"Kalau ada yang minta-minta saya tertibkan, knalpot brong akan saya benahi," ucap Dedi.

Mantan Bupati Purwakarta bertekad untuk membangun sumber daya manusia Jawa Barat.

"Kenapa? karena kita ingin membentuk, bukan hanya membangun saja. Manusia Jawa Barat yang beradab dan bermartabat, ini prinsip. Ini yang akan saya lakukan," tandasnya.

Dedi berujar, mudah baginya untuk membangun fasilitas umum.

"Kalau saya memimpin hanya disuruh bikin jalan, hanya bikin jembatan, bikin irigasi, bangun rumah rakyat miskin, bangun sekolah, terlalu mudah bagi saya," sebutnya.

Gubernur Jawa Barat berharap dirinya bisa merubah mentalitas masyarakat Jabar.

"Tetapi, yang paling penting dari diri saya adalah merubah mentalitas rakyat Jawa Barat dari pangedulan menjadi petarung (pemalas menjadi pejuang)," jelasnya.

Dedi menyebut, momen lebaran merupakan momen kebangkitan Jawa Barat.

"Jadi saya ingin merubah, maka momen 1 Syawal ini adalah momentum perubahan menuju kebangkitan," tandasnya.

Dedi menginginkan agar masyarakat Jawa Barat menjadi orang yang unggul.

"Menuju Jawa Barat dengan masyarakat yang pemimpin dan rakyatnya menjadi orang yang paling unggul di Indonesia," tuturnya.

Di acara yang sama, Dedi juga sempat menceritakan tentang masyarakat Sunda yang selalu berprasangka baik.

"Orang Sunda kelemahannya adalah selalu berprasangka baik. Berprasangka baik kalau kita berkumpul dengan orang baik," lanjutnya.

Tetapi, Dedi menambahkan, jika bersama dengan orang yang tidak baik, harus punya prasangka.

"Tapi kalau kita berkumpul dengan orang yang tidak baik, kita harus punya praduga. Harus punya prasangka, harus punya pancacuriga," pungkasnya.

 

 

 

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #knalpot brong #gubernur jawa barat