Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bangunan Liar Menjamur di Bantaran Sungai, Gubernur Jawa Barat Sebut Ada Uang Puluhan Miliar Beredar, Dedi Mulyadi: Aya Meureun

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 2 April 2025 | 08:04 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

RADAR BOGOR - Penertiban bangunan liar di sekitar aliran sungai terus digencarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi, tingkat kematangan penyelenggaraan statistik sektoral 3,07 poin.

Sedangkan, kata Dedi Mulyadi, urusan persandian ditunjukkan dengan indeks keamanan informasi (Indeks KAMI) dengan 642 skor.

Nah, Dedi Mulyadi menyinggung, soal kata sandi di hadapan para anggota DPRD Jawa Barat.

"Nah ini, sandi ini yang paling dekat, yang paling banyak dipakai adalah sandi menjelang lebaran," tutur Dedi Mulyadi.

"Kalimat sandinya begini, aya meureun, sandi itu," kata Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut Dedi Mulyadi menjelaskan, saat ada kepala desa yang menentang ketika daerah aliran sungainya di Gabus, Bekasi itu dibongkar dirinya menyatakan kepada kadesnya.

"Oh ini enggak ada sewa-sewaan segala macam, saya katakan aya meureun," singgungnya.

Ternyata, kata Dedi Mulyadi, dua hari setelah itu dirinya menemukan orang Sumedang tinggal di bantaran sungai tersebut.

Orang tersebut, tutur Dedi Mulyadi, membeli tanah di daerah aliran sungai dengan cara sewa Rp1 juta per meter.

Dedi Mulyadi menambahkan, orang itu sewa Rp7 juta per meter tiap tahun.

"Jadi bantaran sungai itu kenapa penuh dengan rumah dengan toko, aya meureun itu," papar Dedi Mulyadi.

"Itu bayangkan kalau di Bekasi ada 1.000 bangunan kali Rp1 juta berapa puluh miliar itu uang yang beredar, makanya mereka menolak dibongkar dan saya dianggap otoriter karena aya meureun-nya terganggu," pungkasnya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #bogor #bekasi #sungai #gubernur jawa barat