RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menilai kebudayaan memiliki makna yang luas.
Menurut Dedi Mulyadi, persentase pemajuan kebudayaan Jawa Barat sebesar 38,39 persen.
Dedi Mulyadi menjelaskan, kebudayaan jangan dipahami hanya kesenian.
"Arsitektur itu kebudayaan, perilaku hidup manusia itu kebudayaan, kemudian perpustakaan itu kebudayaan, tata ruang itu kebudayaan, makanan itu kebudayaan, bahasa itu kebudayaan, seni itu kebudayaan," papar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, orang yang berkebudayaan maju itu adalah yang mengalami perkembangan pengetahuan.
Selain itu, kata Dedi Mulyadi, perkembangan tata ruang, perkembangan industri, perkembangan UMKM.
"Seluruh perkembangan itu, memiliki nalar kebudayaan yaitu nalar kearifan lingkungan itu, nalar utamanya bahasa sederhananya Nalar Kaluhur Sirungan ka Handap Akaran," beber Dedi Mulyadi.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga mengungkapkan indeks pembangunan literasi masyarakat sebesar 72,76 poin.
Termasuk, kata Dedi Mulyadi, nilai tingkat kegemaran membaca masyarakat sebesar 75,07 poin.
Menurut Dedi Mulyadi, untuk nilai laporan audit kearsipan internal kategori baik sebanyak 38 perangkat daerah.
Baca Juga: Korem 061 Suryakancana Tampung dan Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Myanmar
Terakhir, kata Dedi Mulyadi, tingkat keberadaan dan keutuhan arsip sebesar 100 persen. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim