Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemerintah Indonesia Kirim TNI hingga Tim Medis ke Myanmar untuk Bantu Pemulihan dan Rehabilitasi Korban Gempa

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 3 April 2025 | 04:55 WIB
Menteri Luar Negeri, Sugiono sebut pemerintah Indonesia mengirim bantuan kemanusiaan ke Myanmar.
Menteri Luar Negeri, Sugiono sebut pemerintah Indonesia mengirim bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

RADAR BOGOR – Pemerintah Indonesia mengirim bantuan untuk para korban gempa bumi di Myanmar.

Selain bantuan logistik, Indonesia juga mengirim tim rescue dan tim medis untuk membantu proses pencarian serta pengobatan korban.

Hingga Rabu (2/4), jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Myanmar mencapai 2.886 orang.

Selain itu, sebanyak 4.639 orang lainnya terluka dan 373 orang masih dalam proses pencarian.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menuturkan, pemerintah Indonesia akan mengirim bantuan kemanusiaan ke Myanmar, hari ini Kamis (3/4).

Hingga Rabu (2/4), bantuan tersebut terus dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas.

”Kita merespons apa yang disampaikan oleh Myanmar pasca-kejadian gempa. Ini sedang kita proses persiapannya, rencananya besok bantuan (dikirim, Red),” ujarnya.

Sugiono melanjutkan, sejatinya bantuan sudah dikirim sejak 30 Maret.

Dua orang perwakilan Indonesia bergabung dalam ASEAN Emergency Response and Assessment Team (ASEAN-ERAT).

Indonesia juga telah mengirimkan Tim Urban Search and Rescue (USAR) pada 1 April.

Ada pula Emergency Medical Team (EMT) dan logistik senilai USD 1 juta yang akan dikirim hari ini Kamis (3/4).

Pengiriman ini rencananya dilepas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Bandara Halim Perdanakusuma.

”Jadi, mulai tanggal 31 Maret sudah ada tim yang dikirimkan. Besok (hari ini, Red) secara resmi kita akan kirimkan bantuan,” ungkapnya.

Menurut dia, koordinasi erat antarnegara ASEAN sangat penting untuk proses rekonstruksi dan rehabilitasi di Myanmar dan Thailand.

”Mengingat luasnya wilayah terdampak, bantuan yang diperlukan bukan yang bersifat instan. Diperlukan koordinasi erat jangka panjang antarnegara-negara ASEAN untuk memastikan pemulihan bagi saudara-saudara kita di Myanmar dan Thailand,” paparnya.

Sementara itu, dalam pertemuan darurat antar-Menlu ASEAN secara daring, Sugiono menyampaikan apresiasi kepada ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre) yang telah memobilisasi bantuan kemanusiaan ke masyarakat yang membutuhkan.

Dia berharap bantuan dari Indonesia dan negara-negara ASEAN dapat membantu mengurangi penderitaan korban gempa di Myanmar dan Thailand.

”Bantuan kemanusiaan harus disalurkan secara cepat dan inklusif. Saya menyerukan agar kita dapat mengesampingkan perbedaan dan membantu satu sama lain, tanpa terkecuali,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, para Menlu menyepakati penguatan respons darurat melalui ASEAN Standby Arrangements, pengerahan ASEAN-ERAT, dan persiapan bantuan melalui Disaster Emergency Logistics System for ASEAN (DELSA) guna memastikan distribusi bantuan cepat dan tepat sasaran.

Para Menlu juga berharap terciptanya situasi kondusif agar penyaluran bantuan kemanusiaan dapat dilakukan.

Termasuk mendorong upaya rekonsiliasi nasional guna mewujudkan perdamaian jangka panjang di Myanmar.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto beserta perwakilan kementerian dan lembaga terkait melepas Tim USAR.

Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2025 Dinilai Lancar, Wamendagri Bima Arya Apresiasi Kebijakan WFA dan Rekayasa Lalin dari Polri

Kepala BNPB dalam arahannya saat memimpin apel menyatakan, bantuan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan Myanmar.

Bantuan itu juga bentuk dukungan Indonesia kepada negara yang sedang dilanda bencana.

”Kita bergerak atas permintaan negara Myanmar. Pemerintah Myanmar meminta bantuan melalui Kemenlu, kemudian berkoordinasi,” ucap Suharyanto.

Pengiriman bantuan ini juga telah disepakati dalam rapat tingkat menteri yang telah dilaksanakan satu hari setelah gempa dan dipimpin Menko PMK.

”Hari Minggu, meskipun suasananya masih Lebaran, langsung rakor di bawah pimpinan Menko PMK. Rapat ini memutuskan pengiriman bantuan kepada masyarakat terdampak di Myanmar,” ujarnya.

Pelepasan kali ini tidak hanya berisi Tim USAR, namun juga perwakilan Kemenlu dan TNI.

Jumlah total personel yang dikirim sebanyak 73 orang.

Mereka akan bertugas selama dua minggu.

Kepala BNPB mengungkapkan, bantuan kepada Myanmar merupakan salah satu yang terbesar. TNI mengerahkan personel dan armada, sedangkan Kemenkes menyiapkan tim kesehatan serta obat-obatan.

Pemerintah Indonesia kemarin dan dini hari tadi telah memberangkatkan Tim Aju dan sejumlah bantuan logistik maupun peralatan ke Myanmar dengan menggunakan Hercules TNI-AU.

Logistik peralatan yang telah dikirimkan kemarin antara lain berupa biskuit protein 1.300 pouch, makanan siap saji 500 paket, pakaian 100 pcs, dan selimut 600 pcs.

Bantuan Kemenhan berupa tenda pengungsi 20 set, sarung 1.000 pcs, dan mi instan 100 dus.

Kemudian, Basarnas mengirimkan satu truk dan dua unit genset.

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bersama kementerian dan lembaga terkait juga telah mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Myanmar dan tiba di Bandara Nay Pyi Taw, Myanmar, pada Selasa (1/4).

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyampaikan, gempa bumi yang terjadi di Myanmar telah mengakibatkan banyak korban dan memberikan dampak yang besar.

Sebagai bentuk solidaritas dan tanggung jawab, pemerintah Indonesia atas arahan presiden turut memberikan bantuan kepada masyarakat Myanmar.

Dia juga menegaskan bahwa keterlibatan prajurit TNI, petugas BNPB, Basarnas, Kementerian Kesehatan, dan Baznas dalam operasi militer selain perang untuk penanggulangan bencana merupakan sebuah kehormatan.

Dia mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang tetap menjalankan tugas negara di tengah cuti Lebaran.

”Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi kalian yang, meski berada di tengah cuti Lebaran, tetap menjalankan tugas negara ini. Laksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Tugas harus berhasil!” tegasnya.

Tidak berhenti di situ, pada Selasa (1/4), Indonesia kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui dua pesawat militer langsung.

Pesawat Hercules A-1331 (short body) dan Boeing A-7309 bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma dengan membawa berbagai bantuan.

Hercules A-1331 membawa 21 orang, termasuk satu unit truk Basarnas, perlengkapan SAR, tenda pengungsi, tiga ekor anjing terlatih (K9) beserta tiga handler, dan seorang dokter hewan.

Bantuan lainnya datang dari presiden RI, Kementerian Pertahanan, BNPB, dan Mabes TNI.
Palang Merah Indonesia (PMI) juga mengirim bantuan ke Myanmar.

Bantuan yang dikirimkan di antaranya selimut, kantong jenazah, hygiene kit, dan terpal masing-masing 500 paket.

Seluruh bantuan yang dikirimkan seberat 7 ton atau senilai Rp 800 juta.

Rencananya, bantuan itu dikirim hari ini (3/4) dari Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat kargo menuju Nay Pyi Taw, Myanmar.

Saat ini bantuan sudah disiapkan di Gudang Regional PMI di Banten.

Selain bantuan barang, PMI juga telah mengirimkan dana kemanusiaan sebesar USD 100 ribu kepada Palang Merah Myanmar.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyampaikan, bantuan PMI itu merupakan upaya pihaknya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana tanpa melihat batas wilayah.

”Kami terus berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan, baik di dalam maupun luar negeri,” kata pria yang akrab disapa JK itu.

Dia menjelaskan, bantuan ini adalah wujud solidaritas Indonesia untuk saudara-saudara di Myanmar yang tengah menghadapi situasi sulit akibat gempa bumi.

PMI juga berencana mengirimkan personel bantuan lain, termasuk Tim Watsan (Water and Sanitation) serta tenaga di bidang lain yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Pengiriman ini akan dilakukan berdasarkan koordinasi antara PMI, Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, serta Palang Merah Myanmar.

PMI juga mengajak masyarakat yang ingin membantu korban bencana gempa di Myanmar untuk menyalurkan donasi. (mia/idr/wan/oni)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#indonesia #myanmar #gempa