Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Aktivitas Gempa Vulkanik Gunung Gede Meningkat, Balai Besar TNGGP Tutup Sementara Kegiatan Pendakian

Septi Nulawam Harahap • Kamis, 3 April 2025 | 10:51 WIB
Pendakian ke Gunung Gede Pangrango ditutup mulai 3 April 2025.
Pendakian ke Gunung Gede Pangrango ditutup mulai 3 April 2025.

RADAR BOGOR - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mengumumkan penutupan kegiatan pendakian imbas adanya aktifitas peningkatan gempa Vulkanik di Gunung Gede.

Kegiatan pendakian Gunung Gede ditutup sementara untuk umum mulai 3-7 April 2025, atau sampai adanya informasi lebih lanjut dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dalam Surat Edaran Kepala Balai TNGGP Nomor 18 Tahun 2025, perpanjangan penutupan kegiatan pendakian ini dalam rangka mengantisipasi aktifitas peningkatan gempa vulkanik Gunung Gede yang dapat berpotensi bahaya berupa letusan freatik maupun gas gunung api di sekitar kawah.

"Pemberitahuan kepada calon pendaki, pengunjung wisata atau masyarakat penggiat alam bebas untuk tidak melakukan kegiatan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango," ujar Kepala Balai TNGGP, Adhi Nurul Adhi.

Untuk para calon pendaki yang sudah melakukan pendaftaran pada tanggal 3 April 2025 dan seterusnya pada website https://booking.gedepangrango.org, diimbau agar dapat melakukan reschedule atau perubahan jadwal.

Sementara Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Wafid menuturkan, bahwa Gunung Gede merupakan gunungapi tipe strato yang secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Dengan ketinggian puncak mencapai 2.958 mdpl, gunungapi ini diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Gede yang berada di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Erupsi terakhir Gunung Gede terjadi pada 1957 dari Kawah Ratu dengan kolom letusan mencapai 3000 m di atas puncak.

"Namun saat ini aktivitas hembusan Gunung Gede berasal dari Kawah Wadon dengan ketinggian asap kawah pada periode 1-31 Maret 2024 umumnya berkisar antara 50-100 di atas puncak," jelas Wafid.

Pada 1 April 2025 pukul 00.00-06.00 WIB, menurutnya, terjadi peningkatan gempa Vulkanik Dalam (VA) hingga mencapai 21 kejadian.

Seperti diketahui rata-rata kejadian Gempa Vulkanik Dalam Gunung Gede pada periode 1-31 Maret 2025, hanya 0-1 kali per hari.

Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan tekanan pada tubuh Gunung Gede dengan potensi bahaya berupa letusan freatik maupun hembusan gas gunung api di sekitar kawah yang dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Gede hingga 1 April 2025 pukul 10.00 WIB masih ditetapkan pada Level I (Normal).

"Rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Gede dan pengunjung atau wisatawan agar tidak menuruni, mendekati dan bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon," tandasnya. (cok)

Editor : Yosep Awaludin
#pendakian #gunung gede #gempa vulkanik