RADAR BOGOR - Viral di media sosial pasangan anak kembar asal Tasikmalaya Jawa Barat yang bernama Nadia dan Nadira membutuhkan bantuan.
Diketahui Nadia dan Nadira mengalami penyatuan di tubuh bagian belakang, tepatnya di bokong.
Hal ini menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengulurkan bantuan.
Dilansir dari media sosial Instagram miliknya, Gubernur Jawa Barat ini tengah bersama orang tua Nadia dan Nadira.
"Saya lagi bareng pasangan kembar dari Tasik Nadia dan Nadira," tuturnya.
Dedi menjelaskan, anak kembar Nadia dan Nadira mengalami penyatuan di tubuh bagian belakang.
"Mereka bersatu badannya di bagian pantat" sebutnya.
Dedi menjabarkan, Kementerian Kesehatan telah menjadwalkan operasi pemisahan keduanya di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
"Atas dorongan pemerintah provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan melalui pak Menteri kesehatan, tanggal 17 April 2025 di Rumah Sakit Hasan Sadikin akan dioperasi," ungkapnya.
Dedi Mulyadi memaparkan, operasi pemisahan keduanya dilakukan secara cuma-cuma.
"Tanpa biaya," ujarnya.
Mengenai biaya yang dikeluarkan pemerintah, Dedi menyampaikan, dana mencapai Rp1 miliar.
"Dan total biaya yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Rp1 miliar," ucapnya.
Dedi berharap, operasi keduanya berjalan dengan baik dan lancar.
"Semoga operasinya bisa berjalan dengan baik, lancar, dan tumbuh menjadi anak-anak yang hebat," harapnya.
Dedi juga meminta kepada masyarakat Jawa Barat untuk mendoakan operasi yang akan dilakukan.
"Mohon doanya warga Jabar," pintanya.
Sebagai informasi, orang tua anak kembar Nadia dan Nadira berprofesi sebagai guru honorer di Tasikmalaya.
Ia mengumpulkan, donasi untuk biaya operasi anak kembarnya melalui lembaga amal yang ada Indonesia.
Editor : Siti Dewi Yanti