RADAR BOGOR - Puasa qadha merupakan puasa pengganti yang wajib dilaksanakan karena meninggalkan puasa Ramadhan.
Puasa qadha dilaksanakan pada bulan-bulan sesudah bulan Ramadhan, di antaranya bulan Syawal, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan lain-lain.
Puasa qadha juga merupakan puasa yang memiliki hukum wajib bagi orang yang meninggalkan puasa di bulan Ramadhan.
Adapun cara niat puasa qadha pengganti puasa Ramadhan menurut Buya Yahya dalam ceramahnya yaitu, "Saya berniat mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta'ala."
Kata Buya Yahya, puasa Ramadhan yang tertinggal beberapa kali bisa niat pakai bahasa Indonesia yang diambil terjemahan dari niat bahasa Arab dalam niat bahasa Indonesianya.
"Lalu, beberapa hari yang lalu saya membaca masalah fiqh puasa di NU Online. Di sana dijelaskan kalau niat puasa wajib, seperti Ramadhan, katanya wajib menyebutkan keduanya dalam niat tersebut," ujarnya.
Buya Yahya melanjutkan bahwa "masalah niat puasa Ramadhan dalam video tersebut mencontohkan niat puasa pakai bahasa Indonesia."
Niat puasa qadha yang disampaikan Buya Yahya, kalau kita tidak tahu niat arabnya, juga bisa pakai niat dalam bahasa Indonesia.
Karena Tuhan Maha Tahu semua yang diucapkan oleh umat manusia yang ada di muka bumi ini.
Hal tersebut merupakan hal yang dibolehkan dalam agama Islam dalam menjalankan ibadah puasa qadha Ramadhan.***
Editor : Halimatu Sadiah