RADAR BOGOR - Kondisi Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat beberapa waktu lalu mendapat sorotan lantaran sepi, bagaimana dengan saat ini?
Bandara merupakan salah satu prasarana yang dibutuhkan wisatawan saat hendak bepergian menggunakan moda transportasi pesawat terbang. Saat libur lebaran ataupun libur perayaan lainnya, bandara menjadi tempat yang dipadati oleh banyak orang.
Namun tak semua bandara di Indonesia diminati para calon penumpang pesawat terbang. Sebab, ada sebuah bandara di Indonesia yang sepi pengunjung yakni Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati.
Tujuan pembangunan Bandara Kertajati pada mulanya sebenarnya adalah untuk membantu menguraikan kepadatan yang ada di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
Tak cuma itu, bandara tersebut ternyata juga dibangun untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Bandara Kertajati diharapkan dapat menjadi pusat penerbangan yang dapat mempermudah mobilitas penduduk serta meningkatkan sektor pariwisata dan perdagangan di wilayah Jawa Barat.
Keadaan sepi di Bandara Kertajati cukup menyita perhatian mengingat bandara ini baru saja mulai beroperasi secara penuh pada Oktober 2023. Jika dihitung-hitung, hingga tahun 2025 ini Bandara Kertajati berusia belum genap dua tahun sejak pertama kali beroperasi.
Untuk diketahui, Bandara Kertajati memiliki luas sekitar 1.800 hektare (ha), dengan terminal penumpang seluas 121.000 meter persegi dan terminal kargo seluas 90.000 meter persegi.
Bandara ini juga dilengkapi dengan landas pacu berukuran 3.000 x 60 meter yang memungkinkan pesawat jenis Boeing 777 untuk mendarat serta dapat menampung hingga sepuluh pesawat berbadan lebar secara bersamaan, berkat apron yang memiliki ukuran 576 x 151 meter persegi.
Di sisi barat bandara, terdapat terminal penumpang seluas 92.000 meter persegi. Bandara Kertajati diperkirakan akan melayani sekitar 29,3 juta penumpang pada tahun 2032.
Guna meningkatkan jumlah penumpang dan penerbangan, baik domestik maupun internasional, pihak Bandara Kertajati pun melakukan beberapa strategi.
Misalnya saja dengan memberikan promo dan bundling diskon dengan tiket wisata dan hotel, memaksimalkan posisi sebagai bandara pemberangkatan umroh dan haji, serta memberikan insentif kepada maskapai yang membuka rute baru.
Pada momen mudik lebaran 2025, jumlah penumpang melalui Bandara Internasional Jawa Barat atau BIJB Kertajati mulai meningkat jika dibanding pada awal Ramadhan.
Arus mudik dan balik Lebaran tahun 2025 memberi dampak yang signifikan terhadap peningkatan jumlah penumpang pesawat di bandara tersebut.
Editor : Eka Rahmawati