Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gaskeun! Ini Jurus-Jurus Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah Lebaran 2025: Bangun Jalan, Atasi Premanisme, hingga Atur Sistem Lowongan Kerja

Eka Rahmawati • Minggu, 6 April 2025 | 12:13 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan terkait langkah-langkah yang dilakukannya setelah Lebaran 2025.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan terkait langkah-langkah yang dilakukannya setelah Lebaran 2025.

RADAR BOGOR - Inilah jurus-jurus Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akan dilakukannya setelah Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025. 

Libur Lebaran masih berlangsung, para pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersiap masuk pada Selasa, 8 April 2025 mendatang. 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan para pegawai pemerintahan di seluruh Jawa Barat termasuk desa dan kelurahan akan mulai bekerja Selasa (8/4/2025).

Nah, setelah Lebaran ini Dedi pun sudah menyiapkan jurus alias langkah yang bakal dilakukannya untuk pembangunan di Jawa Barat yang ia pimpin, khususnya untuk mendorong stimulus ekonomi.

"Pasang jurus pasca lebaran, gaskeun!" tulis Dedi Mulyadi di keterangan video yang dibagikannya di Instagram @dedimulyadi71, Minggu (6/4/2025).

Berikut jurus-jurus Dedi Mulyadi dalam upaya pembangunan di Jawa Barat. 

1. Dorong Investasi Berjalan Cepat

Pertama Dedi akan mendorong investasi di Jawa Barat agar berjalan dengan cepat termasuk dalam proses perizinannya. 

Ia menegaskan bahwa proses perizinan di Jawa Barat tidak boleh berliku-liku dan dirinya sudah membuktikan hal itu dengan selalu memberikan advokasi misalnya di sebuah perusahaan di Subang yang akan menyerap sekitar 16 ribu atau 18 ribu tenaga kerja.

Dedi turun langsung menanganinya sampai tuntas masalah tersebut sampai persoalan pembebasan tanah di areal kawasan industri di Subang yang masih terkendala karena adanya percaloan-percaloan. 

Gubernur Jawa Barat pun menyayangkan ada orang yang menikmati keuntungan besar dari percaloan tanah itu dan ia pun akan menanganinya dengan tuntas.

2. Bangun Infrastruktur dengan Anggaran Lebih dari Rp5 Triliun

Selanjutnya Gubernur Jabar juga akan menggiatkan program infrastuktur seperti pembangunan jalan, irigasi, pembangunan sekolah, pembangunan jaringan listrik untuk masyarakat miskin, pembangunan rumah rakyat miskin.

"Totalnya mungkin kalau disatukan di Jawa Barat itu lebih dari Rp5 triliun dan tentunya ini akan memberikan dampak pada semakin terbukanya kesempatan orang untuk bekerja terutama para pekerja sektor informal dan itu mendominasi sistem pengelolaan ekonomi di Jawa Barat," papar Gubernur yang disapa KDM itu.

3. Lamaran Kerja Berbasis Online

Langkah selanjutnya adalah mendorong sistem lamaran kerja berbasis online dan tidak lagi ada antrean di wilayah Jawa Barat. Perusahaan-perusahaan yang membutuhkan calon tenaga kerja kata Dedi nantinya bisa langsung mengakses ke bursa kerja yang akan disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Tinggal dipanggil siapa yang punya keahlian kemudian setelah itu setelah diterima baru mengurus persyaratan, bukan mengurus persayaratan melamar yang belum tentu diterima sehingga semuanya akan berjalan dengan rapi," ungkap pria yang juga karib disapa Kang Dedi.

4. Atasi Premanisme 

Persoalan premanisme di Jawa Barat juga akan menjadi fokus Dedi Mulyadi. Ia akan mendorong agar tidak ada lagi gangguan baik oleh oknum aparat maupun oknum ormas maupun oknum LSM maupun yang mengaku sebagai preman pada berbagai kegiatan industri, sehingga para pengusaha maupun investor kelak bisa merasa nyaman atau betah di Jawa Barat. 

Sebab menurut Dedi, adanya investor dapan membuka lapangan pekerjaan di Jawa Barat sehingga hal-hal yang nantinya mengganggu sistem investasi di wilayah yang dipimpinnya bakal ditindak tegas. 

"Saya juga akan memberikan dorongan-dorongan stimulus ekonomi berbagai keringanan pada sistem investasi di Jawa Barat agar orang ketika merasa berinvestasi di Jawa Barat itu mereka merasa mendapat perlakuan yang sangat istimewa dari pemerintah dan dari rakyatnya karena mereka menyiapkan lapangan kerja," papar Dedi Mulyadi.

5. Dorong Kepala Desa hingga Bupati dan Wali Kota Sama-Sama Gerakkan Ekonomi

Kepada para kepala desa, para camat, para bupati, serta wali kota Gubernur Jabar mendorong agar para pemimpin di wilayah itu memiliki komitmen yang sama agar sistem ekonomi berjalan secara efektif sampai ke pedesaan.

Yakni dengan mendorong distribusi pembangunan yang bersifat padat karya hingga ke desa-desa dan menggerakan ekonomi.

"Saya juga akan meminta bantuan untuk pembangunan pedesaan mengarah pada diserapnya tenaga kerja sehingga rakyat-rakyat di desa tidak berbondong-bondong ke kota untuk mencari pekerjaan tetapi di desanya tersedia lapangan kerja yang baik yang digerakkan sistem ekonominya oleh pemerintah baik stimulus dana APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten," jelasnya.

6. Lingkungan Harus Bersih

Langkah selanjutnya adalah di bidang lingkungan, Dedi Mulyadi mengingatkan para kepala desa dan lurah di wilayah masing-masing di seluruh Provinsi Jawa Barat agar memperhatikan lingkungannya sebab ia mengancam tidak akan mencairkan bantuan-bantuan keuangan baik untuk desa atau kelurahan.

"Selama desanya masih kotor, selama kelurahannya masih kotor, selama warganya masih jorok masih membuang sampah ke sungai selama kelurahan dan desanya tidak memiliki inisiatif untuk melakukan pengelolaan sampah dengan baik menata lingkungannya," tegas Dedi yang tak main-main soal kebersihan lingkungan.

Demikianlah langkah-langkah alias jurus-jurus yang akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

Ia juga memastikan bawah jajarannya di Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bekerja mulai Selasa, 8 April 2025 termasuk pegawai di desa, kelurahan, kabupaten dan kota.

Langkah-langkah yang akan dilakukan Dedi diharapkan dapat membuat Jawa Barat menjadi provinsi yang gemah ripah repeh rapih.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #lowongan #lebaran #premanisme #bangun jalan