RADAR BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya padi Bersama para petani di Desa Randegan Wetan Kecamatan Jati 7, Majalengka.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menko Pangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi sempat menceritakan kondisi pertanian di Jawa Barat.
Ia mengatakan, saat ini ketersediaan pupuk mudah didapatkan oleh para petani.
"Pupuk sudah lancar Pak," ungkapnya.
Namun, Dedi menjelaskan, yang membuat biaya pertanian tinggi adalah obat tanaman.
"Tapi sesungguhnya biaya tertinggi produksinya itu di obat-obatan, Pak," sebutnya.
Dedi menjelaskan, para petani sudah mengeluarkan biaya untuk penyemprotan hama.
"Karena sekarang itu, dari sebelum nanam mereka sudah harus mengeluarkan uang untuk biaya semprot keong, karena saya petani pak," tambahnya.
Selain itu, Dedi menyampaikan, penyemprotan harus dilakukan terus-menerus untuk mencegah hama tanaman datang kembali.
"Kemudian setelah itu, hampir rata-rata dari sejak musim tanam sampai panen, dalam waktu 2 bulan, nyemprot 2 hari sekali, karena kalau tidak 2 hari sekali, hamanya datang masuk lagi yang baru, datang masuk lagi yang baru," tuturnya.
Menurut Dedi, lahan di Jawa Barat sudah jenuh karena terus-menerus mendapatkan pupuk kimia.
"Sehingga ke depan, di Jawa Barat secara umum, tanahnya sudah jenuh Pak, karena pupuk terus-terusan, tapi tidak ada pemuliaan tanahnya," ujarnya.
Dedi berpendapat kondisi tanah di Jawa Barat harus dikembalikan ke awalnya.
"Harus dilakukan program massa seluruh Jawa Barat, untuk mengembalikan bagaimana tanahnya, unsur haranya dikembalikan, karena rata-rata sudah di bawah 6, ini yang pertama," jelasnya.
Kemudian, Dedi berharap, irigasi Jawa Barat bisa kembali baik seperti awalnya.
"Kemudian yang kedua, irigasi Pak. Tahun ini di Jawa Barat BAK mengalami penurunan, untuk program kegiatan di BBWS, untuk irigasinya semoga bisa Kembali ke asal setelah bapak datang," tambahnya.
Selanjutnya, Dedi menceritakan, alih fungsi lahan kerap terjadi di Jawa Barat.
"Kemudian yang berikutnya, harapan petani, kalua di tempat lain ada ekstensifikasi, kemudian kalau di Jawa Barat justru terjadi setiap Waktu alih fungsi lahan," katanya.
Sehingga, Dedi mengungkapkan telah mengeluarkan peraturan gubernur untuk mencegah terjadinya alih fungsi lahan di Jawa Barat
"Saya sudah mengeluarkan peraturan gubernur, melarang alih fungsi lahan dalam bentuk apapun, terutama untuk kepentingan pertanian, apalagi Bekasi sudah hamper habis," pungkasnya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara panen raya yang menjadi simbol keberhasilan musim tanam.
Dilansir dari website Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, panen raya diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusah, pemerintah daerah, para petani, dan pelaku sektor pertanian.
Editor : Siti Dewi Yanti