Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bayar Tunggakan Rumah Sakit Ibu dan Bayi yang Capai Rp25 Juta, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Saya Boleh Nebusin, tapi si Akangnya KB

Siti Dewi Yanti • Selasa, 8 April 2025 | 10:12 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta sang suami untuk KB setelah pembayaran rumah sakit untuk biaya persalinan selesai
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta sang suami untuk KB setelah pembayaran rumah sakit untuk biaya persalinan selesai

RADAR BOGOR - Kabar bahagia menyelimuti Icap (30), pria yang berprofesi sebagai kuli panggul di Kota Bandung.

Icap sempat bingung kala anak dan istrinya tidak bisa pulang dari rumah sakit, lantaran belum bisa membayar tunggakan persalinan yang mencapai Rp25 juta.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memanggil Icap untuk mengetahui keseluruhan dan kronologis cerita seutuhnya.

Icap menjelaskan, pihak RS tidak membolehkan anak dan istrinya pulang, hingga Sekda Provinsi Jabar menginstruksikan untuk pulang.

"Asalnya di rumah sakit engga boleh pulang karena belum bayar. Ada saudara yang kesana-kesini, terus akhirnya tembus ke Pak Sekda dan telepon Icap.

Selanjutnya, disuruh pulang," ceritanya.

Mendengarkan penjelasan Icap, Dedi Mulyadi mengungkapkan, biaya rumah sakit akan ditanggung.

"Sudah disuruh pulang, nanti kita yang bayar. Artinya, beban rumah sakit dibebaskan. Tunggakannya sudah ditangani Sekda, nanti kita bayarkan," jabarnya.

Agar kejadian serupa tak terulang, Dedi meminta agar Icap melakukan program KB.

"Teteh suaminya disuruh KB ya. Saya boleh nebusin yang Rp25 juta, tapi si akangnya KB," tandasnya.

Dedi Mulyadi tidak mempermasalahkan tunggakan rumah sakit, namun harus ada program KB yang dijalankan.

"Ke rumah sakit Unpad ditebus, engga masalah, sudah diurus sama Sekda. Nanti kalua belum clear, saya bayar. Tapi kan harus ada timbal balik, si akangnya di-KB," pungkasnya.

Berdasarkan perbicangan Icap dan Gubernur Jawa Barat, istri Icap harus melahirkan melalui persalinan Caesar di Rumah Sakit Universitas Padjajaran.

"Istrinya hamil, melahirkan di RS Unpad, masuknya kelas 3, lahirannya sesar, harus bayar Rp25 juta," tutur Dedi Mulyadi.

Dedi sempat menanyakan, awal mula persalinan di Rumah Sakit Unpad.

"Kenapa tidak di RS Hasan Sadikin, Al Ihsan?," tanya Gubernur Jawa Barat.

Icap menceritakan, sang istri pecah ketuban, lalu dibawa ke bidan, namun sang bayi tetap diam.

"Tadinya kan udah pecah ketuban duluan, dibawa ke bidan, diinduksi, dibawa ke klinik yang di Cileunyi, udah coba diinduksi, udah pembukaan 6, tapi posisi bayi masih diam. Dirujuk ke RS Unpad," bebernya.

 

Sebagai informasi, Icap merupakan kuli panggul yang sehari-hari mendapat penghasilan Rp30 ribu hingga Rp40 ribu sehari.

Penghasilan tersebut belum termasuk biaya kontrakan Rp500 ribu dan biaya yang lainnya.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #tunggakan rumah sakit #gubernur jawa barat