RADAR BOGOR - Banyak pengalaman menarik semasa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengenyam pendidikan di tingkat SMA.
Seperti para remaja pada umumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjalani kehidupannya penuh dengan romantika.
Saat menjadi siswa SMA Purwadadi Kabupaten Subang, ternyata Dedi Mulyadi pernah sangat mencintai salah seorang siswi bernama Kokom.
"Abdi mah grup tirakat, jadi di Purwadadi itu itulah saya mengenal tirakat, gaul lah jeung si Iyep anu digawe di Astra ayeuna geus pensiun," kata Dedi Mulyadi di hadapan Sekda Provinsi Jawa Barat dan Ketua Baznas Jabar.
Menurut Dedi Mulyadi, temannya yang bernama Iyep tersebut ahli perdukunan.
"Si Iyep teh tukang ngaji, tapi ngajina hikmat," kata Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengungkapkan, temannya Iyep tersebut mempunyai pacar saat SMA kelas 2.
Namun, kata Dedi Mulyadi, tak ada siswi yang mau pacar dirinya.
Dedi Mulyadi mengaku, saat di sekolah sangat menyukai seorang siswi bernama Kokom.
"Ceuk si Iyep teh urang puasa, der lah puasa, pernah ngalamin puasa mutih 40 hari terus puasa 40 hari," kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengaku, saat puasa tersebut badannya saat itu sempat kecil.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi pun menjalani puasa Matigeni.
"3 hari 3 malam, saya sidakep teu ngomong di kamar poekan, ukur salat hungkul keluar," kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menceritakan, menjalani puasa matigeni tersebut saat libur sekolah Jumat, Sabtu dan Minggu.
Dengan santai, Dedi Mulyadi mengungkapkan, itu dilakukannya demi mendapatkan cinta dari Kokom.
Dedi Mulyadi menjelaskan, sekarang Kokom telah jadi janda.
"Kokom adalah anak seorang guru di kawasan Nyalindung," jelas Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi pun dulu saat sekolah pernah kirim surat dan tak putus asa mengungkapkan cintanya dan terus puasa namun tetap ditolak.
"Gara-gara si Kokom, nepi ka ayeuna tirakat," jelas Dedi Mulyadi.
Menariknya, Dedi Mulyadi pernah menceritakan kisah cintanya kepada gurunya.
"Ceuk guru, engke ge bakal karasa, jadi loba nu bogoheun, ayeuna loba anu bogoheun, ngan ditolak teh ku Bank Jabar," pungkas Dedi Mulyadi sambil tertawa. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim