Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pejabat Ini Ajak Dedi Mulyadi ke Rumah Sakit Jiwa, Gubernur Jawa Barat Ungkap Ada Berbagai Masalah yang Harus Diselesaikan

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 9 April 2025 | 15:18 WIB
Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Ferry Achmad Firdaus Mansoer saat bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Ferry Achmad Firdaus Mansoer saat bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

RADAR BOGOR - Kesehatan mental menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat halal bihalal bersama para pejabat dan staf pemerintah provinsi.

Dalam acara halal bihalal, Selasa (8/4/2025) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyapa para pegawai.

Seperti saat kunjungan di daerah, Dedi Mulyadi menjadi magnet sebab banyak yang meminta foto bersama.

"Apa kabar, minal aidin wal faizin, pak," ucap salah satu staf Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

Dengan santai, Dedi Mulyadi menjawab ucapan salam.

"Alhamdulillah, ibu mah belum pernah bikin salah sama saya, enggak usah minta maaf," kata Dedi Mulyadi sambil tersenyum.

Kemudian, ada seorang pejabat yang mengenakan kemeja abu-abu mendekati dan mengajak Dedi Mulyadi untuk berkunjung ke tempatnya bekerja.

"Saya dari rumah sakit jiwa, pak," ucap Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Ferry Achmad Firdaus Mansoer sambil memperkenalkan diri.

Mendengar ajakan tersebut, Dedi Mulyadi langsung menjawab dengan khas Sundanya.

"Alim ah, masih keneh normal," ungkap Dedi Mulyadi sambil tertawa.

"Nanti gini, rumah sakit jiwa itu ini kan ada problem ya," sambung Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi, ketika dirawat di Rumah Sakit Jiwa pasien tidak ada masalah.

Namun, muncul masalah saat pulang ke rumah karena tidak kebeli obat.

"Ngamuk di rumah, nah itu harus kita pikirkan," kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menegaskan, nanti harus disiapkan alokasi atau mencari CSR (Corporate Social Responsibility).

Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, CSR tersebut bisa dari perusahaan-perusahaan atau minimal di lembaga lain di dinas.

Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Ferry Achmad Firdaus Mansoer mengakui, setelah keluar dari rumah sakit tidak boleh terputus minum obat.

Dedi Mulyadi mengakui, harga obat untuk pasien gangguan jiwa mahal dan itu menjadi masalah.

"Saya kan geus biasa jeung nu gelo," ucap mantan Bupati Purwakarta itu.

Menurut Dedi Mulyadi, pengawasan keluarga terhadap pasien sakit jiwa lemah.

"Keluarga pasti hare-hare kanu gelo mah, lamun kanu loba duit nyalampeurkeun," tutur Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menegaskan, harus ada analisis di seluruh rumah sakit di Jawa Barat berapa kebutuhan obat pasca perawatan.

"Sebenarnya, nangani nu gelo mah enggak begitu berat, yang berat mah nanganin nu cageur karena dunia ini rusak bukan oleh orang gelo tapi jelema nu hideng," pungkas Dedi Mulyadi. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #bogor #rumah sakit jiwa #gubernur jawa barat