RADAR BOGOR – Kabar gembira datang dari aplikasi SIKS-NG terbaru.
Terpantau adanya pembaruan data di aplikasi SIKS-NG yang mengindikasikan sebentar lagi akan ada transfer bantuan sosial (bansos).
Namun, ada imbauan penting bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos PKH dan BPNT: dilarang terlalu sering mengecek saldo ATM di bulan April 2025.
Mengapa demikian? Simak informasi selengkapnya.
Setelah dilakukan pengecekan, ternyata muncul menu baru di aplikasi SIKS-NG, yaitu “Usulan Bantuan Pemberdayaan”.
Program pemberdayaan ini diperuntukkan bagi KPM yang memiliki usaha berjalan lebih dari satu tahun, telah diverifikasi dan divalidasi, serta dinyatakan layak menerima bantuan.
Bantuan yang akan diberikan adalah program PENA (Pahlawan Ekonomi Nusantara) dengan nilai Rp5 juta untuk tahun 2025.
Program PENA ini dapat diajukan oleh KPM yang masa kepesertaannya dalam bantuan sosial masih di bawah lima tahun atau bagi KPM yang masa kepesertaannya akan segera berakhir (lima tahun).
Sesuai aturan terbaru tahun 2025, KPM dengan masa kepesertaan lima tahun harus keluar dari program bantuan sosial dan berpotensi dialihkan menjadi penerima manfaat program PENA jika memenuhi syarat.
Selain PENA reguler, terdapat juga program PENA Muda yang diperuntukkan bagi anak penerima manfaat PKH berusia produktif (sekitar 20–30 tahun). Namun, kelanjutan program PENA Muda ini belum dipastikan.
Bagi KPM yang masih menerima bantuan sosial, diharapkan dapat memanfaatkannya dengan baik.
Mengingat bantuan sosial bersifat sementara, KPM yang mendekati masa kepesertaan lima tahun diimbau untuk mulai mengevaluasi diri, berinovasi, dan mencari cara untuk keluar dari kemiskinan, salah satunya dengan mengajukan program PENA.
KPM dapat berkonsultasi dengan pendamping sosial atau pengusaha untuk mendapatkan arahan terkait modal dan pemasaran usaha.
Klinik PENA juga dapat menjadi sumber informasi dan konsultasi yang bermanfaat.
Ada imbauan penting bagi KPM untuk tidak terlalu sering melakukan pengecekan saldo ATM di bulan April 2025.
Hal ini dikarenakan proses ground checking data penerima bantuan belum selesai 100%, baru sekitar 75%.
Data yang sudah disurvei sedang dalam tahap penilaian dan ranking, sementara sisa 25% akan dikebut penyelesaiannya di bulan April.
Meskipun proses verifikasi dan validasi sudah dimulai sejak tanggal 7, penyelesaian ground checking hingga akhir April menjadi prioritas.
Oleh karena itu, pencairan PKH dan BPNT tahap kedua kemungkinan besar baru akan dilakukan setelah proses ini selesai.
Tujuan dari imbauan ini adalah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kartu ATM tertelan, terblokir, atau lupa PIN akibat terlalu sering dicek tanpa adanya dana masuk.
Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa kartu ATM yang rusak atau diganti baru terkadang tidak mencairkan bantuan kembali.
KPM bansos diimbau untuk menunggu informasi valid dari pemerintah terkait jadwal pencairan.***
Editor : Eli Kustiyawati