RADAR BOGOR - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kembali memperpanjang penutupan kegiatan pendakian imbas masih adanya aktivitas peningkatan Gempa Vulkanik di Gunung Gede Pangrango.
Dalam Surat Edaran Kepala Balai Besar TNGGP beberapa waktu lalu dengan Nomor: SE 20 Tahun 2025, perpanjangan penutupan kegiatan pendakian di Gunung Gede Pangrango berlaku mulai 14 April sampai dengan 21 April 2025, atau sampai adanya informasi lebih lanjut hasil pemantauan dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Ketua Relawan Indonesia Pembela Alam atau Rimba, Eko Wiwid mengatakan tentu ada alasan terkait penutupan sementara pendakian Gunung Gede Pangrango di antaranya untuk mengurangi resiko keselamatan jiwa dan kelestarian bentang alam Gunung Gede Pangrango. Terlebih adanya imbauan terkait kondisi peningkatan aktivitas vulkanik gunung api saat ini.
"Meskipun masih di level yang rendah, kita jangan abai dengan kondisi aktivitas vulkanik Gunung Gede Pangrango kita harus siaga, waspada dan saling mengingatkan," ujarnya.
Sebagai salah seorang bagian dari relawan di Gunung Gede Pangrango, Wiwid menyarankan agar para pendaki, wisatawan termasuk penggiat alam bebas agar bisa menahan diri dengan tidak melakukan pendakian ke Gununf Gede Pangrango.
Petugas di TNGGP juga diminta untuk memperketat pengawasan agar semuanya bisa terkendali.
"Jangan sampai ada kejadian seperti kasus di Gunung Marapi Padang Sumatera. Saat ada peningkatan aktivitas vulkanik dan erupsi terjadi, masih ada para pendaki di dalam kawasan zona berbahaya hingga akhirnya ada korban jiwa," kata Wiwid mengingatkan.
Selain dapat memperketat pengawasan, masih Wiwid, petugas TNGGP diharapkan terus melakukan patroli di kawasan Gunung Gede Pangrango dan menindak tegas jika terdapat ada yang melanggar.
"Serta memberikan edukasi atau sosialisasi kepada warga masyarakat sekitar kawasan tentang siaga dan waspada bahaya jika sewaktu - waktu terjadi aktivitas erupsi vulkanik," tandasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati