Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gen Z Kesepian di Tengah Dunia Digital: Banyak Teman Online, Tapi Gak Ada yang Nyata? Ini Akar Masalahnya!

Gabriel Anderson Nainggolan • Rabu, 16 April 2025 | 16:15 WIB
Ilustrasi pertemanan di dunia nyata zaman dulu sebelum era teknologi cepat
Ilustrasi pertemanan di dunia nyata zaman dulu sebelum era teknologi cepat

RADAR BOGOR — Di era digital ini, orang bisa memiliki teman dengan ribuan bahkan jutaan orang lewat media sosial.

Tapi, anehnya, rasa kesepian justru makin sering dirasakan, terutama oleh Gen Z. Faktanya, 8 dari 10 anak muda dari generasi ini mengaku kesulitan mendapatkan teman.

Pertanyaannya, kenapa zaman dulu orang lebih mudah punya teman sejati, sementara sekarang justru banyak yang merasa sendiri?

1. Teman Bukan Lagi Prioritas Utama

Realitanya, banyak orang kini lebih fokus pada kualitas hidup dibanding jumlah teman. Berbeda dengan dulu, sekarang semuanya serba digital.

Interaksi fisik mulai tergantikan oleh update di story. Kita tahu kabar terbaru teman, tapi tak benar-benar tahu kabar hatinya.

Akibatnya, hubungan pertemanan berubah secara signifikan—lebih cepat, tapi juga lebih dangkal.

2. Kadang Kita Sendiri yang Menutup Diri

Terlalu tertutup, trauma masa lalu, atau terlalu selektif bisa menjadi penyebab kenapa kita sulit berteman.

Faktor kesehatan mental, pengalaman buruk, hingga gaya hidup yang berubah ikut memengaruhi.

Belum lagi tekanan sosial dan ekspektasi lingkungan yang bikin orang makin berhati-hati dalam membuka diri.

3. Gak Perlu Pencitraan, Cukup Jadi Diri Sendiri

Punya pertemanan sehat itu nggak serumit yang dibayangkan. Pertama, kenali dulu tipe teman yang kamu butuhkan.

Kedua, bangun empati dan bersikap ramah. Ketiga, luangkan waktu dan perhatian dengan tulus.

Dengan pendekatan ini, kamu bisa menjalin relasi yang jauh lebih bermakna—tanpa perlu pencitraan atau ‘bayar cicilan pertemanan’.

Krisis pertemanan di era digital adalah hal yang wajar, tapi bukan tanpa solusi.

Teknologi boleh berkembang, tapi keterampilan sosial tetap tak tergantikan.

Refleksi diri dan keberanian membuka diri jadi kunci utama agar kita bisa membangun hubungan yang sehat dan berarti.***

Editor : Eli Kustiyawati
#digital #Gen Z #teman