Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Buat Jemaah Haji yang Gagal Berangkat karena Sakit Tapi Sudah Melunasi Biaya, Tenang! Kemenag Menyiapkan Mekanisme Penggantiannya

Yosep Awaludin • Kamis, 17 April 2025 | 11:40 WIB
Ilustrasi ibadah haji
Ilustrasi ibadah haji

RADAR BOGOR—Banyak calon jemaah haji yang sudah membayar semua biaya, tetapi tidak dapat berangkat karena masalah kesehatan. 

Untuk memastikan kuota tetap terpenuhi dan kloter tidak terganggu, Kementerian Agama membuat sistem penggantian jemaah haji.

Jemaah haji yang tidak mampu secara kesehatan dapat membatalkan haji mereka segera. "Kita proses cepat. Dan kalau masih memungkinkan waktunya, bisa digantikan oleh keluarga atau pendamping," kata Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Muhammad Zain.

Zain mengatakan bahwa penggantian jemaah haji ini hanya dapat dilakukan selama waktu yang tersedia, terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan dokumen dan proses penerbitan visa.

Jemaah haji juga dapat memilih untuk mengambil kembali dana setoran haji atau mengganti dengan kerabat mereka. Namun, jika waktu sudah terlalu mepet, proses penggantian akan menjadi sulit.

Selain itu, pernyataan ini menegaskan bahwa kesehatan adalah syarat istitha'ah. Zain mengatakan bahwa banyak orang masih menganggap kemampuan finansial sebagai syarat istitha'ah, tetapi kemampuan untuk menjalani ibadah secara fisik dan mental juga penting.

"Jemaah haji harus menjaga kesehatan, pola makan, pola pikir, dan harus memahami kondisi iklim di Arab Saudi yang jauh berbeda dengan Indonesia," ujarnya.

Di Tanah Suci, suhu udara dapat mencapai 40 derajat Celsius, dan kelembaban yang rendah dapat menyebabkan kelelahan atau dehidrasi dengan cepat.

Karena itu, jemaah diminta untuk mempersiapkan diri sejak dari tanah air, mulai dari minum air yang cukup, makan makanan yang bergizi, dan menjaga pikiran tetap tenang dan optimis.

Selain itu, Zain mengatakan bahwa jemaah yang memiliki penyakit jangka panjang seperti diabetes, hipertensi, atau jantung harus berkonsultasi dengan dokter dan membawa obat pribadi mereka sendiri. Petugas kesehatan akan memantau kondisi tersebut selama perjalanan haji.

"Kami selalu menekankan bahwa istitha'ah itu utuh, bukan sekadar pembayaran. Harus sehat secara medis, dan siap secara fisik dan mental," tegasnya.

Pemerintah berharap jemaah haji Indonesia tahun ini dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk dengan menyediakan mekanisme penggantian yang jelas dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesiapan kesehatan.

Jemaah Haji Indonesia dijadwalkan untuk masuk ke asrama haji mulai 1 Mei 2025, dan kloter pertama akan diberangkatkan pada 2 Mei 2025. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#jemaah haji #bogor #kesehatan