Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

UNESCO Menetapkan 2 Geopark Indonesia sebagai UNESCO Global Geoparks, Simak Selengkapnya di Sini

Ira Yulia Erfina • Jumat, 18 April 2025 | 19:10 WIB
2 geopark yang ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks
2 geopark yang ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks

RADAR BOGOR – Secara resmi, Dewan Eksekutif UNESCO menetapkan Geopark Kebumen dan Geopark Meratus sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks (UGGs).

Penetapan dilakukan pada Sidang Dewan Eksekutif ke-221, 2–17 April 2025 di Paris, Prancis.

Geopark Kebumen dan Meratus menjadi bagian dari 16 nominasi geopark baru dari 11 negara berbeda, yaitu antara lain Mt. Paektu dari Republik Demokratik Korea, Napo Sumaco dan Tungurahua dari Ekuador, Fjord Coast dari Norwegia, Costa Quebrada dari Spanyol, dan Lang Son dari Vietnam.

Geopark Kebumen

Geopark Kebumen, atau lebih dikenal dengan Karangsambung–Karangbolong UNESCO Global Geopark, merupakan kawasan geologi dan budaya yang berada di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Kawasan ini memiliki julukan The Glowing Mother Earth of Java karena kaya warisan budaya dan menyimpan banyak jejak sejarah.

Geopark Kebumen memiliki luas 543,6 km², terdiri atas 12 kecamatan dan 117 desa.

Geopark Kebumen memiliki berbagai keanekaragaman hayati, seperti situs budaya era megalitikum, Hindu–Buddha, Islam, hingga kolonial. Ada juga Benteng Van Der Wijk yang berlokasi di Gombong.

Ada pula kerajinan lokal, seperti anyaman daun pandan di Desa Grenggeng, yang dipromosikan melalui pelatihan pemasaran digital oleh Kebumen Youth Forum.

Geopark Meratus

Terletak di Kalimantan Selatan, Geopark Meratus merupakan kawasan geologi yang kaya akan sejarah dan keanekaragaman hayati.

Diketahui, Geopark Meratus terbentuk dari batuan ultrabasa, malihan, melange, dan seri ofiolit yang diperkirakan berusia 150 hingga 200 juta tahun.

Geopark Meratus mencakup 67 geosite yang tersebar di 10 kabupaten atau kota.

Terdapat beberapa situs penting seperti Bukit Batu Langara di Loksado, Hulu Sungai Selatan, dan Desa Mandiangin di Kabupaten Banjar sebagai lokasi Pusat Informasi Geopark.

Keanekaragaman hayati yang ada di Geopark Meratus, yaitu orangutan Kalimantan, seperti owa-owa; tumbuhan endemik, seperti anggrek liar dan kantong semar; serta Sungai Amandit dan Sungai Riam Kiwa.

Selain itu, di Geopark Meratus terdapat budaya hidup masyarakat Dayak Meratus yang terkenal dengan kearifan lokalnya, seperti ladang berpindah (huma), tradisi Aruh Baharin dan Aruh Ganal, arsitektur rumah panjang, serta kerajinan rotan dan tenun.

Manfaat geopark sendiri adalah sebagai ekowisata yang dapat memberi peluang usaha bagi masyarakat lokal, misalnya pemandu wisata, homestay, dan UMKM.

Manfaat lain geopark adalah sebagai edukasi, menjadi laboratorium alam yang tersedia untuk pelajar atau peneliti geosains.

Manfaat lainnya adalah konservasi, seperti mengintegrasikan pelestarian alam, budaya, dan ekonomi.

Selain itu, geopark bermanfaat sebagai pemberdayaan komunitas adat yang dapat digunakan untuk pembangunan berkelanjutan.

Dengan penetapan kedua geopark tersebut, jumlah geopark di Indonesia dalam daftar UNESCO Global Geoparks bertambah menjadi 12 geopark.

Termasuk Geopark Batur, Belitong, Ciletuh, Gunung Sewu, Ijen, Maros–Pangkep, Merangin Jambi, Raja Ampat, Rinjani Lombok, dan Kaldera Toba.***

Editor : Eli Kustiyawati
#geopark #Geopark Kebumen #Geopark Meratus #unesco #UGGs