Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bukan Cuma Telur, Ini 7 Tradisi Paskah Paling Unik dari Berbagai Penjuru Nusantara!

Gabriel Anderson Nainggolan • Minggu, 20 April 2025 | 04:50 WIB
Tradisi Semana Santa di Flores, NTT
Tradisi Semana Santa di Flores, NTT

RADAR BOGOR - Ketika lonceng gereja berdentang di pagi Paskah, tak hanya doa yang naik ke langit, tapi juga tradisi khas yang tetap hidup di berbagai daerah.

Bagi umat Nasrani, Hari Raya Paskah menjadi momen peringatan kebangkitan Yesus Kristus setelah wafat pada Jumat Agung.

Walau Paskah sering kali identik dengan telur, beberapa daerah di Indonesia justru merayakannya dengan cara unik dan penuh makna.

Ingin tahu apa saja tradisi lokal tersebut? Let's check this out!

1. Semana Santa di Flores Timur, NTT

Semana Santa atau "Pekan Suci" dimulai dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah.

Di Flores Timur, tradisi ini diawali dengan ziarah ke Kapel Tuan Ma, dilanjutkan dengan pemurnian patung Bunda Maria, hingga arak-arakan patung Yesus dan Maria.

Perpaduan budaya dan spiritualitas ini menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru.

2. Kure di Noemuti, NTT

Berakar dari kata Latin currere yang berarti "berlari", tradisi Kure dimulai dari Kamis Putih hingga Jumat Agung.

Dimulai dengan pembersihan salib, patung, dan diakhiri dengan pemberian persembahan berupa hasil bumi.

Tradisi ini dipercaya berasal dari misionaris Portugis pada abad ke-17.

3. Jalan Salib di Bukit Doa Getsemani, Tana Toraja

Berlangsung di 14 titik perhentian, prosesi ini menggambarkan jalan penderitaan Yesus.

Umat berjalan kaki sambil berdoa, meresapi makna pengorbananNya di Bukit Doa Getsemani Makale, Tana Toraja.

4. Momento Mori di Kalimantan Tengah

Berasal dari Latin yang berarti "ingat akan kematian", ritual ini dilakukan Sabtu Sunyi dengan berjaga di makam keluarga hingga fajar.

Tradisi ini dimulai pada abad ke-19 saat penjajahan Belanda, dan masih terus dijalankan hingga kini.

5. Buha-Buha Ijuk di Sumatera Utara

Tradisi ini mirip Momento Mori, namun khas budaya Batak.

Warga berziarah ke makam keluarga lalu melanjutkan ibadah Paskah, biasanya setelah lonceng gereja dibunyikan.

6. Jalan Salib di Gunung Gandul, Wonogiri

Dilakukan sejak zaman kolonial, prosesi ini menempuh rute menanjak ke Gunung Gandul.

Umat memperingati perjalanan Yesus memikul salib menuju Golgota dengan berjalan kaki sambil doa bersama.

7. Ziarah di Gua Maria Puhsarang, Kediri

Diakhiri dengan misa malam Paskah, umat berziarah ke Gua Maria Lourdes Puhsarang, yang dikenal sakral bagi umat Katolik.

Tradisi ini menjadi bagian penting dari perayaan Paskah masyarakat Kediri.

Paskah bukan hanya tentang telur hias, tapi juga tentang kekayaan budaya dan nilai-nilai spiritual lokal.

Dari Flores hingga Kediri, setiap daerah punya cara unik memperingati kebangkitan Kristus. Tradisi ini menjadi cermin keberagaman yang tetap hidup dari tahun ke tahun.***

Editor : Eli Kustiyawati
#nasrani #tradisi #jumat agung #paskah